Tarling Tetap Jadi Idola Tiap Generasi Di Tanah Wali

Tarling Tetap Jadi Idola Tiap Generasi Di Tanah Wali
0 Komentar

CIREBON – Sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan seni, tradisi dan budaya, baik yang lahir pada masa lampau ataupun yang lahir era kekinian, menjadi proyeksi artisik yang melahirkan gagasan dan semangat untuk senantiasa melestarikan, mengembangkan, bahkan melakukan proses penciptaan karya baru.

Seni tradisi yang tercipta pada masa lampau menjadi kekayaan yang menyebabkan Cirebon menjadi rujukan atau referensi para seniman untuk senantiasa berkarya dan mencipta. Salah satu kekayaan seni tradisi Cirebon yang masih digemari dan diterima dengan baik oleh masyarakat Cirebon dan sekitarnya adalah tarling.

Maka sudah sepatutnya Cirebon dan tarling adalah satu kesatuan yang semoga tak dapat dipisahkan. Tarling akan senantiasa berurat dan mengakar di Cirebon. Tanah wali akan senantiasa mempersembahkan karya terbaik bagi keberlangsungan bumi nusantara. Tarling dari masa ke masa selalu melahirkan maestro pada setiap zamanya. Dari mulai tercipta hingga kini, tarling mampu melahirkan seniman yang digemari dan dicintai oleh masyarakat. Sebut saja Jayana, Abdul Adjid, Sunarto, Hj Ningsih, Hj Uun, NunungAlvi, Diana Sastra, dan lainnya.

Baca Juga:Sunjaya Sosialisasi Berantas Pungli, Begini Kata Netizen CirebonAan Setiawan Hingga Gotas Tersandung Kasus, Mana Kepedulian DPC PDIP Kab Cirebon?

Gejala seperti ini menunjukan bahwa seni pertunjukan tarling adalah karya cipta yang pastilah bermanfaat bagi kehidupan sesama. Sejalan dengan itu, kesadaran untuk terus berkemnbang nampak dari mulai diciptakanya seni tarling. Pada mulanya, tarling adalah kesenian yang memindahkan nada dari pentatonis gamelan menjadi nada diatonis pada gitar.

Bunyi seruling dan ketipung mampu menciptakan harmonisasi nada yang keluar dari petikan gitar. Disadari bahwa kesenian yang baik bukan semata pada tontonan melainkan tuntunan yang mampu menyampaikan pesan dan ajaran yang dikehendaki oleh sang seniman, maka tarling tidak semata menghadirkan musik, teks pada setiap kalimat atau syair diubah menjadi kidung atau lagu yang merupakan sarana berkomunikasi dengan masyarakat.

Di tengah derasnya gempuran pertunjukan seni musik, baik yang datang dari barat maupun industri musik dalam negeri, menyebabkan kami para seniman Cirebon dari berbagai latar belakang kesenian yang berbeda mencoba menghadirkan Simfoni tarling sebagai bentuk ikhtiar yang hendak mensejajarkan tarling di jalur musik nusantara. Sehingga tarling kini bukan semata milik masyarakat Cirebon, tetapi menjadi kesukaan dan kebanggaan masyarakat nusantara.

0 Komentar