Warga Sunda atau Jawa Barat yang ada di Provinsi Kepulauan Riau sekitar 148.000 orang. Menurut Ketua Formas Sunda Ngumbara Kepri Dede Suparman, warga Sunda dan Jawa Barat yang ada di Kepri memiliki beragam profesi. Mulai dari wiraswasta atau pengusaha hingga menjadi birokrat. “Dari wiraswasta sampai pengusaha. Di birokrasi (pemerintahan) juga ada,” kata Dede yang telah 36 tahun merantau di Batam.
Lanjut Dede, Formas Sunda Ngumbara ini sebagai forum untuk silaturahim, serta saling membantu antar-warga Sunda yang ada di perantauan. Tapi bantuan ini menurut Dede, tidak hanya akan tertuju pada masyarakat Sunda saja namun juga untuk warga daerah lainnya. Secara resmi organisasi Formas Sunda Ngumbara ini berdiri pada 14 Februari 2015. Hal ini tertuang dalam hasil Musyawarah Nasional Pertama Masyarakat Sunda Pangumbaraan yang ketika itu dihadiri perwakilan dari 20 provinsi. Peristiwa ini merupakan pertama dalam sejarah masyarakat Sunda yang ada di perantauan menggelar pertemuan tingkat nasional. Di Kepri Formas Sunda Ngumbara sudah ada di 7 kabupaten/kota.
Konsumsi Tinggi, Aher Dorong Warga Sunda di Batam Budidaya Lele
Masyarakat Batam sangat gemar memakan ikan Lele. Konsumsi ikan air tawar ini sangat tinggi, sehingga harus impor dari negeri tetangga, Malaysia, yang harganya jauh lebih murah. Sementara karena alasan mahalnya biaya pengiriman, ikan Lele dari Pulau Jawa tersisihkan karena harganya yang lebih tinggi. Menurut Aher, hal ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat Sunda yang ada di Kota Batam dan Kepulauan Riau. Jawa Barat masih menjadi provinsi paling unggul dalam budidaya ikan air tawar. Untuk itu, Aher pun mendorong agar masyarakat Sunda di Batam bisa membudidayakan ikan tawar tersebut di Batam.
Baca Juga:Ketua IKBA Yon VI Kukuhkan Ketua STIE Inaba Jadi Anggota Kehormatan MenwaBagaimana Keadaan Jupe Sekarang?
“Saya dengar di Batam itu ikan Lele dan Nila impor dari Malaysia, padahal Jawa Barat paling juara membudidaya Lele dan Nila. Ke depan Forum Sunda Ngumbara Kepri harus jadi pelopor mendorong orang Jawa Barat yang ada di Kepri untuk menjadi produsen ikan-ikan tadi. Ke depan tidak perlu impor dari Malaysia. Insya Allah orang Sunda yang ada di Kepri bisa menyediakan ikan Lele dan Nila untuk di Batam,” tutur Aher dalam sambutan di acara pelantikan Formas Sunda Ngumbara Kepri.
