Ketiga, yaitu SKP Online Jabar. Sistem ini berupa aplikasi sistem manajemen kepegawaian online yang bisa memantau kinerja seluruh pegawai. Hasil kinerja inilah yang kemudian berbuah TPP bagi pegawai. Program TPP ini telah ada sejak tahun 2009 dan besarannya tergantung dari kinerja dan loyalitas yang dilakukan. Dengan adanya sistem SKP Online ini, Pemprov Jabar telah menghapus biaya honor karena dengan adanya TPP kesejahteraan pegawai pun menjadi meningkat.
“Tiga hal ini dianggap sistemnya yang paling baik oleh KPK. Dan Kemendagri juga barusan mengapresiasi juga plus ini juga bagian dari penilaian dalam rangka LPPD (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah),” ujar Aher.
“LPPD ini untuk provinsi diambil tiga besar. Kabupaten/kota diambil sepuluh besar. Nah, sekarang yang masuk sepuluh besar itu (dari Jawa Barat), Kota Bandung dan Kota Sukabumi,” lanjutnya.
Baca Juga:CCAI dan Forum Bank Sampah Helat Pelatihan EcobrickAksi Pasukan Orange Menyelam Dalam Got Buat Netizen Takjub
Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Daerah Dirjen Otda Kemendagri, Gensly mengatakan bahwa pemaparan berbagai inovasi tersebut dilakukan untuk melihat berbagai hal yang telah dilakukan Jawa Barat terkait best practice. Hal ini bisa menjadi peluang bagi Jawa Barat untuk meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha.
“Provinsi Jawa Barat dari hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan itu masuk peringkat tertinggi, sehingga kita ingin melihat penguatan – hal-hal apa yang pernah dilakukan Jawa barat terkait best practice-nya,” kata Gensly.
Gensly menilai Jawa Barat memiliki terobosan anggaran ditengah kebijakan pemotongan anggaran oleh Pemerintah Pusat. Jawa Barat masih mampu berinovasi bahkan menularkan hasil karyanya ke daerah lain.
“Jadi bagaimana dalam kondisi keterbatasan Jawa barat membuat suatu terobosan untuk anggaran, sehingga dengan adanya pemotongan anggaran sendiri pun Jawa Barat ga goncang. Nah, hal-hal itu yang digagas oleh Pak Gubernur dan ditularkan ke 17 provinsi lainnya. Mudah-mudahan 34 provinsi nanti juga akan tertular,” harapnya. (hms/rls)
