Lahan belum dibebaskan dalam proyek ini yaitu dari GBLA menuju Seokarno-Hatta sepanjang 3 km. Anggaran yang dibutuhkan untuk membebaskan lahan ini mencapai Rp 900-an Miliar karena harga tanah mencapai Rp 3 juta/meter.
“Nah, Rp 900 Miliar itu masih belum disepakati dari mana uangnya, kalau Provinsi kita nyatakan berat karena uang itu cukup besar. Karena beban kita untuk kesehatan, pendidikan, dan lain-lain,” kata Aher.
Pemprov Jawa Barat pun akan membahas hal tersebut dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Untuk menyelesaikan proyek ini, Aher berharap bisa diselesaikan seluruhnya oleh Pemerintah Pusat atau ada solusi pola pendanaan lain.
Baca Juga:Telan Dana 12 Miliar, Pasar Permanen Sumber Selesai Tahun IniKantor Kadin Kabupaten Cirebon “Tinggal Ambruknya Saja”
“Oleh karena itu, yang Rp 900 Miliar itu keliatannya ya harus sharing lagi. Ya kalau enak sharing itu, 50 persen (pendanaan) Pemerintah Pusat, 30 persen pemerintah provinsi, 20 persen pemerintah kota,” pungkas Aher. (rls/hms)
