Sukabumi & Kota Bandung Jadi Contoh Dalam Lomba “SAKIP”

Sukabumi & Kota Bandung Jadi Contoh Dalam Lomba "SAKIP"
0 Komentar

“Sebanyak 425 kabupaten/ kota atau 83% dari total seluruh kabupaten/ kota masih mendapat nilai di bawah B,” Ujar Menteri PANRB Asman Abnur. Asman menambahkan, rendahnya tingkat akuntabilitas kabupaten/ kota dikarenakan empat permasalahan utama, yakni tujuan, atau sasaran yang ditetapkan tidak berorientasi pada hasil, ukuran keberhasilan tidak jelas dan terukur, program/ kegiatan yang ditetapkan tidak berkaitan dengan sasaran, dan rincian kegiatan tidak sesuai dengan maksud kegiatan.

Keempat permasalahan tersebut menurutnya, menciptakan in-efisiensi penggunaan anggaran pada instansi pemerintah. Jika mengacu pada hasil evaluasi dan berdasarkan data yang telah dihitung, terdapat potensi pemborosan minimal 30% dari APBN/ APBD diluar belanja pegawai setiap tahunnya, dan angka tersebut setara dengan nilai kurang lebih 392,87 Triliun Rupiah.

Sejalan hal tersebut, Menteri Asman memberikan apresiasi kepada beberapa kabupaten/ kota yang telah mengimplementasikan SAKIP secara memuaskan. Untuk Wilayah I ini, Menteri Asman mengapresiasi kabupaten dan kota yang telah melakukan upaya-upaya perbaikan nyata bagi peningkatan efisiensi birokrasi. Di wilayah I yang meliputi Sumatera, Banten, dan Jawa Barat ini terdapat satu Pemerintah Kota yang berpredikat A, tiga kabupaten/kota berpredikat BB, 17 kabupaten/ kota dengan predikat B, 81 kabupaten/ kota dengan predikat CC, 69 kabupaten/kota dengan predikat C, dan satu kabupaten dengan predikat D.

Baca Juga:Sering Nipu, Anggota BIN Gadungan Ini Diciduk PolisiAda yang Tahu, Berapa Jumlah Istri Habib Rizieq?

Kota Bandung merupakan satu-satunya Pemkot yang berhasil meraih predikat A. Dalam mendorong praktek pemerintahan yang baik, atau ‘better practice government’ Kota Bandung telah menerapkan aplikasi penganggaran berbasis kinerja, bertajuk ‘e-performance based budgeting’ . “Pada tahun 2016 ini Kota Bandung berhasil melakukan penghematan anggaran kurang lebih 35%. Kota Bandung melakukan refocusing kegiatan, yang pada tahun 2016 sebanyak 5.701 kegiatan menjadi 4.814 pada tahun 2017,” ujar Asman. (rls/hms)

0 Komentar