Selanjutnya, pada program restocking perairan umum telah memberikan bibit ikan kepada masyarakat. Dengan penyebaran benih di danau, situ dan waduk mencapai 18,3 juta benih ikan. Jumlah ini akan ditingkatkan pada tahun 2017, sehingga mencapai 50 juta benih ikan. ’’Ini dampaknya luar biasa, karena di Waduk Jati Gede masyarakat di sana sudah tidak kesulitan lagi memenuhi kebutuhan ikan untuk dikonsumsi. Jadi tinggal mancing saja di waduk,’’ ungkap dia.
Program lainnya adalah, pemberian 2 juta pohon kopi kepada petani kopi dan kelompok masyarakat.Hal ini dilakukan agar kopi asal Jawa Barat menjadi salah satu produsen kopi di Indonesia. Terlebih sekarang, Jabar sudah menjadi penghasil kopi kedua terbesar di Indonesia setelah Aceh. Dirinya berjanji, untuk program ini akan ditingkatkan pemberian bibit tanaman kopi menjadi 7 juta pada tahun 2017. Sebab, komoditas kopi Jabar ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Kopi asal Jabar juga telah banyak memenangkan festival kopi tingkat dunia dalam kontes Speciality Coffe di Atlanta, AS pada bulan Meret lalu.
Aher menjelaskan, untuk pemacu pertumbuhan ekonomi, pihaknya terus mendorong pada pengembangan kelompok masyarakat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Langkah ini telah mencapai keberhasilan dengan pemberian kredit dana bergulir, bernama Kredit Cinta Rakyat (KCR) melalui Bank bjb. Diberikan kepada 15 ribu pelaku usaha kecil dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 34 ribu orang.
Baca Juga:Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Rayakan HUT Ke-22951 Pejabat Isi SOTK Baru Di Indramayu
’’Pemberian dana bergulir ini telah berhasil 100 persen tanpa ada kekurangan. Bahkan, nilai risiko kreditnya hampir nol persen. Dan ini telah dikembalikan lagi kepada Pemprov Jabar (tahap pertama) sesuai dengan nilai pemberiannya yaitu sebesar Rp 165 miliar,’’ ujar dia.
Beberpa program inovasi, telah dilakukan untuk memacu pertumbuhan perkonomian daerah, khususnya di bidang pangan. Dengan beberapa program unggulan untuk para peternak dan petani. Seperti, menciptan bibit unggul pada berbagai jenis tanaman pangan dan ternak berupa pembibitan Sapi Pasundan dan Ayam Sentul.
Sedangkan program penunjang perekonomian juga terus dilakukan adalah pengembangan infrastruktur. Dibuktikan dengan kualitas kemantapan status jalan Provinsi Jabar mencapai 98 persen. ’’Jalan di Jabar selatan sepanjang 400 KM membentang dari barat sampai timur sudah sangat baik. Di Kawasan Ciletuh Pemprov telah memperbaiki jalan sepanjang 33 kilometer. Ini semata-mata dilakukan untuk mendongkrak aktivitas perekonomian dan sektor pariwisata di Jawa Barat,’’ ungkap Aher. (rls/hms)
