Disinggung mengenai akan berkoalisi dengan partai apa saja, Luthfi menegaskan bahwa sebagai politisi ia tentu akan menjalin komunikasi seluas-luasnya pada seluruh parpol termasuk PDI Perjuangan. Hanya saja untuk saat ini, Luthfi memandang belum saatnya berbicara Pilkada 2018. Sebab yang dibutuhkan masyarakat yakni bukti dulu, sudah sejauh mana berkontribusi bagi masyarakat itulah yang dilihat. “Jangan hanya bisa bicara kita akan mensejahterakan masyarakat jika kita sudah mengelola APBD. Itu retorika omong kosong bagi saya “Saya akan mensejahterakan masyarakat jika nanti kalau sudah jadi bupati” itu juga sama omong kosong,” terangnya.
Oleh karena itu di tahun 2017 mendatang yang akan di lakukan oleh PKB yakni untuk kepentingan masyarakat, berkontribusi untuk masyarakat itu bukan hanya dengan APBD tapi dengan semua potensi yang dimiliki PKB juga bisa. “Januari kita akan genjot itu, apa yang bisa diberikan PKB untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. Kalau berbicara Dave sama Sunjaya jelas kalah duit kan. Tapi kalau waktu dan ide saya punya, berani tanding ide sama incumbent hayo,” tantangnya.
Di tempat yang sama, Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat bagian pemilihan kepala daerah Jabar, Adlan Da’i menyampaikan, PKB merupakan partai yang didirkan oleh NU. Jika mengacu pada pemilu 1955 satu-satunya Kabupaten yang memperoleh suara terbanyak bagi partai NU yakni Kabupaten Cirebon. Kemudian pada pemilu pertama orde baru tahun 1971 partai NU jadi pemenang kedua, namun prosentasenya Kabupaten Cirebon tertinggi di Jabar.
Baca Juga:Sembunyikan Ganja Dalam Kloset, Pria Ini Diciduk Polisi298 Atlet Karawang Rebutan Emas Di Event Porkab
“Artinya jika PKB menargetkan pemenang Pemilu di Kabupaten Cirebon bukan sebuah angan-angan, karena ada basis dan sejarahnya. Tapi benar yang disampaikan ketua DPC (Luthfi. red) harus komitmen, professional, dan memiliki kompetensi karena perubahan zaman mempengaruhi pemilih. Hal itu juga penting untuk direspon,” katanya. (gfr)
