Diterangkannya, harapan warga yang menginginkan dilakukan foging secara menyeluruh, pihaknya menjelaskan jika pelaksanaan foging ada kewenangan khusus karena yang disebar adalah racun sehingga tidak bisa seluruh wilayah difoging, akan tyetapi pihaknya mengusulkan titik-titik tertentu yang diduga asal dari virus DBD tersebut mulai terjangkit, dari titik lotus tersebut petugas melakukan foging sekitar radius maksimal 100 rumah. “kita hanya melaporkan dan menentukan titik lotus, dan petugas khusus yang akan melakukan foging,” terang Imam.
Ditambahkan Imam, wilayah Kecamatan Gebang diakui mengalami peningkatan penderita DBD, menuirutnya sampai pada ahir nopember 2016 tercatat dari laporan yang masuk ada 73 penderita DBD, hal itu juga diakui beberapa warga yang memang mendapat surat keterangan dari rumah sakit namun tidak melaporkannya ke pihak Puskesmas, untuk itu pihaknya berharap kepada pemerintah desa dan warga untuk membantu petugas melaporkan jika ada temuan adanya warga yang terkena DBD.
Selain itu menurutnya pihak Puskesmas telah melakukan koordinasi dengan muspika Gebang dan rencananya pada hari jumat (23/12) akan dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara menyeluruh yang melibatkan semua komponen masyarakat, pemdes, muspika dan UPT. “Pada musim hujan berkembangnya nyamuk aedes aegypti lebih banyak, maka kita telah koordinasi dengan Muspika bahwa pada jumat mendatang kita laksanakn PSN diseluruh wilayah Kecamatan Gebang, kita dari Puskesmas, muspika dan UPT juga aklan ikut turn,” jelasnya. (crd)
