“Dan saya tekankan sekali lagi pengamanan tertutup kita, termasuk intelijen harus ditingkatkan dan didorong terus-menerus, harus lebih kuat lagi, lebih giat lagi dalam urusan deteksi keamanannya. Jadi, ketika ada gejala-gejala yang akan mengganggu bisa diantisipasi sejak dini dan tidak terjadi apa-apa,” paparnya.
Operasi Lilin Lodaya 2016 akan melibatkan sebanyak 15.047 personel gabungan. 1.990 personel merupakan aparat kepolisian dari Polda Jawa Barat dan 10.016 personel lainnya merupakan aparat gabungan dari Pemprov Jawa Barat (dinas terkait), TNI, dan Mitra Polri.
Sementara itu, terkait situasi arus lalu lintas pada mudik Natal dan Tahun Baru, Aher menyatakan kesiapan aparatnya dengan dukungan pihak kepolisian dan aparat gabungan lainnya dalam Operasi Lilin Lodaya 2016. Berkaca pada arus mudik Lebaran 2016 yang bisa berjalan teratur dan baik, Aher pun berharap arus lalu lintas pada Natal dan Tahun Baru 2017 bisa berjalan dengan lancar.
Baca Juga:GenBI Unpad Dorong Petani Desa Genteng Menjadi EntrepreneurAwal Tahun Ditinjau Bupati, Proyek Sungai Cipager Akhirnya Digarap Asal-asalan?
Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Bambang Waskito. Pihak kepolisian akan fokus pada semua titik yang perlu diamankan, serta waspada terhadap jalur lalu lintas yang rawan kecelakaan dan bencana. “Seperti jalur menuju Tasik dan Garut, itu sering rawan longsor. Itu kita siapkan alat berat di sana, sehingga kalau terjadi longsor kita bisa dengan cepat mengatasi dengan melibatkan lintas sektoral tadi, misalnya dari PU, Perhubungan, dan lain-lain,” ujar Bambang.
Selain itu, untuk jalan tol pihak kepolisian sudah siaga dengan pos-pos yang sudah ditempatkan di setiap rest area. Pihak kepolisian pun menghimbau bagi masyarakat yang lelah dalam perjalanan bisa memanfaatkan pos tersebut untuk beristirahat, sehingga mobilitas masyarakat dalam berkendara aman dan selamat sampai tujuan. “Jadi nanti kita dirikan pos-pos di rest area, sehingga masyarakat yang perlu istirahat kita amankan,” tutur Bambang.
Sementara terkait kecelakaan yang kerap kali terjadi di jalan Tol, masyarakat juga diminta agar waspada dan punya kesiapan terlebih dahulu sebelum bepergian. Hal yang perlu dilakukan, yaitu mengecek kondisi kelayakan kendaraan. “Kalau rawan kecelakaan di tol itu sebetulnya awalnya kita harus sadarkan penumpang itu sendiri. Di tol itu kan luar biasa high way, panjang, jalannya halus. Jadi harus dicek kondisi kendaraannya. Apakah bannya cukup bagus untuk lewat sana (tol), kondisi tubuh bagaimana, kalau cape ya berarti harus masuk ke rest area dulu,” pungkas Bambang.
