Infrastruktur Jabar Mantap Bakal Dorong Laju Perekonomian 2017

Infrastruktur Jabar Mantap Bakal Dorong Laju Perekonomian 2017
0 Komentar

Ke depan, kata Aher, dengan program – program, baik itu program advokasi, bantuan-bantuan sosial bagi mereka (penduduk miskin), maupun program perekonomian lewat mekanisme ekonomi, kemiskinan akan ditangani supaya denyut ekonomi membaik, sekaligus menyerap pengangguran.

Terkait pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 mendatang, Gubernur mengaku optimis berkat “dihidupkannya” sejumlah kawasan baru berpotensi ekonomi di Jawa Barat, didukung pembangunan infrastruktur yang masif sebagai jalur arus pergerakan orang dan barang. Seperti diantaranya, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Bandara Citarate di Kabupaten Sukabumi, Bandara Pameungpeuk di Kabupaten Garut, Bandara Wiriadinata di Kabupaten Tasikmalaya dan Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran. Ditambah pengembangan pariwisata di Ciletuh – Pelabuhan Ratu, serta pembangunan sejumlah Pelabuhan baru di Jawa Barat.

“2017 optimis, nasional optimis, kita juga optimis. Apalagi tahun sekarang 2016 pertumbuhan Jawa Barat lebih tinggi dari rata – rata nasional, berati kalau nasional optimis, kita juga optimis. Apalagi nanti kan bandara akan jadi, Ciletuh di pariwisata, atau kawasan selatan kita ingin tumbuh juga, pertumbuhan di Patimban disebelah utara, di timur bandara, di sebelah sana Pelabuhan Ratu Ciletuh. Ini Insha Allah akan menjadi sesuatu yang menguntungkan kita karna denyut ekonominya akan tinggi, karna didorong oleh kawasan – kawasan yang punya kemajuan tersebut,” kata Aher yakin.

Baca Juga:Polisi Akui Kehebatan Pemilik Ratusan Liter Tuak IniBegini Nih, Pesan HUT KORPRI Ke-45 di Jawa Barat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Rosmaya Hadi mengatakan, ekonomi Jawa Barat ditopang tiga sektor utama, yaitu Industri Pengolahan dengan pangsa 43,03%, Perdagangan dengan pangsa 15,21%, dan Pertanian dengan pangsa 8,71%.

Sementara kata Dia, data PDRB kumulatif hingga triwulan III 2016 memperlihatkan bahwa lapangan usaha di Jawa Barat yang memberikan kontribusi besar terhadap nasional secara berturut – turut adalah industry pengolahan (27,7%), jasa lainnya (15,1%), perdagangan (15,1%) serta transportasi dan pergudangan (14,9%).

“Dengan demikian, Jawa Barat menjadi provinsi dengan pangsa industri pengolahan terbesar. Ha ini menunjukan peran penting Jawa Barat dalam mendorong akselerasi perekonomian nasional yang bernial tambah tinggi,” jelas Rosmaya.

Sementara inflasi Jawa Barat masih terkendali dalam level yang cukup rendah. Hal ini seiring dengan tren core inflation yang menurun. Inflasi Jawa Barat pada akhir tahun 2016 diperkirakan pada kisaran 2,8 – 3,2% (yoy). Lebih lanjut Rosmaya Hadi menyatakan, prospek perekonomian Jawa Barat, dengan mencermati dinamika perekonomian global dan nasional, prospek pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 diperkirakan pada kisaran 5,5% – 5,9% (yoy). “Disisi lain, inflasi Jawa Barat pada tahun 2017 diperkirakan berada pada kisaran 3,5 – 3,9% atau berada pada target inflasi nasional sebesar 4+- 1% (yoy),” ungkapnya. (rls)

0 Komentar