FFJB pertama tahun 2015 lalu telah sukses digelar. Diluar dugaan event ini mendapat sambutan luar biasa dari generasi muda Jawa Barat khususnya para pelaku film indie dan film pendek di Jawa Barat. Aria mengatakan film yang masuk pada FFJB 2015 mencapai 251 film, namun film yang resmi diterima oleh pihak penyelenggaran ada 236 film.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dalam press conference ini mengharapkan agar FFJB ini bisa dijadikan peluang bagi generasi muda di Jawa Barat untuk berkarya. FFJB bisa menjadi sarana atau ruang berekspresi bagi mereka, sehingga akan tumbuh rasa percaya diri dalam menghasilkan sebuah karya.
“FFJB ini salah satu ruang ekspresi untuk mereka. Kita hanya memfasilitasi saja, supaya ada keyakinan diri, kepercayaan diri mereka bahwa mereka bisa membuat film dengan baik. Bisa mengekapresikan pikiran-pikiran mereka melalui medium film,” ungkap Wagub. Sebagai bentuk apresiasi dari karya-karya yang nantinya hadir dalam FFJB, para pemenang akan mendapat hadiah berupa trofi dan uang tunai sebesar Rp 15 juta – Rp 30 juta. Nilai hadiah ini bahkan lebih besar dari hadiah uang tunai yang ada di Festival Film Indonesia (FFI).
Baca Juga:Lagi, Pecinta Alam dan Jurnalis Tasik Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir GarutSupport PON 2016, Bank BJB Sukses Majukan Ekonomi Jabar. Ini Buktinya!
“Sebagi bentuk apresiasi hadiahnya tentu di FFJB lebih gede daripada FFI hadiahnya itu,” tutur Wagub. “Jadi supaya mereka bisa membuat lagi film dengan baik, mereka juga bisa membeli peralatan dengan baik,” tambahnya. Melalui ajang ini, diharapkan film-film yang hadir di FFJB akan bisa ikut serta dalam festival film tingkat nasional atau bahkan internasional. Selain itu, penyelenggara juga berharap tahun depan FFJB bisa menjadi event nasional yang bisa diikuti para pelaku film dari seluruh nusantara. “Jawa Barat bagian dari embrio atau akar dari kemajuan perfilman nasional. Karena film Indonesia kan berangkat dari Jawa Barat, dari Bandung,” pungkas Aria Kusumadewa. (dov/rls)
