CIREBON – Kuwu Desa Mundu Mesigit, Kecamatan Mundu, Kab Cirebon, “R” ketangkap basah sedang berdua didalam kamar bersama istri warganya. Sang kuwu msum itu pun didemo warganya agar mengundurkan diri dari jabatannya Senin (15/8). Warga juga mengancam akan melakukan demo yang lebih besar jika kuwu tidak secepatnya mengundurkan diri jabatannya warga tidak menginginkan dipimpin oleh kuwu yang berprilaku bejat apalagi yang menjadi korban adalah istri dari warganya sendiri.
Pantauan “JP” dilokasi, ratusan warga terdiri kaum ibu dan bapak serta pemuda mendatangi balai Desa Mundu Mesigit menuntut kuwu R untuk mengundurkan diri dari jabatannya lantaran telah membuat malu masyarakat atas prilaku cabul yang dilakukan kepada istri dari salah seorang warganya sendiri. Kedatangan warga ke balai desa setempat merupakan puncak dari emosi warga lantaran kuwu kerap kali melakukan tidak senonoh tersebut namun saat ini yang menjadi korban adalah istri dari warga yang dipimpinnya, sang kuwu dipergoki sedang mesum didalam kamar bersama seorang wanita yang masih tetangga rumahnya, saat sedang bercumbu mesra tersebut diketahui oleh suaminya.
Kontan kejadian tersebut membuat geger di Desa Mundu Mesigit lantaran saat itu suami si wanita marah hingga warga sekitar rumahnya mengetahui perilaku bejad yang dilakukan sang kuwu, warga bertambah kesal tiga hari berselang setelah kejadian dan sudah ditempuh melalui jalur hukum untuk dilaporkan, justru suami dari sang wanita tersebut berkoar bahwa dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut. Warga marah karena diduga suami si wanita disuap oleh sang kuwu.
Baca Juga:Ngotot Jebloskan Jimmy, Jejen Balik ke Kejari Bawa Alat BuktiDapat Dana Desa 2016, Kuwu Dompyong Wetan Bakal Bangun Ini
Perwakilan seorang warga, Karno kepada “JP” mengatakan, warga sebenarnya pertama mengetahui dari suami wanita yang dicabuli tiga hari lalu diduga sang kuwu melakukan bejadnya dirumah wanita tersebut, kelakuan bejad kuwu sebenarnya masyarakat sudah tahu sejak lama tetapi kali ini menimpa pada seorang wanita dari istri warganya sendiri membuat warga marah dan meluruk balai desa untuk menuntut agar kuwu mengundurkan diri dari jabatannya karena apa yang dilakukannya dinilai sudah tidak bermoral. “Masyarakat sebenarnya sudah sejak lama mengetahui kelakuan bejad sang kuwu, tetapi ini yang menjadi korban warganya sendiri, warga tidak mau dipimpin oleh kuwu yang bejad moralnya,” terangnya.
