Megawati Ogah Berikan ‘Tiket’ DKI-1 buat Ahok, Nih Alasannya…

Megawati Ogah Berikan 'Tiket' DKI-1 buat Ahok, Nih Alasannya...
0 Komentar

Namun, imbauan Megawati tersebut belum dapat dipastikan untuk menyentil Ahok.

“Kader perlu menjaga dan menegakkan etika dalam politik. Kader PDI Perjuangan harus menjaga sopan santun,” kata Megawati.

Dengan menjaga etika dan sopan santun dalam politik, Megawati berharap PDIP jadi partai pelopor yang memberi perhatian dan dukungan kepada rakyat sehingga menjadi partai yang dicintai rakyat.

“Kader PDIP, turunlah dan mendekatlah ke rakyat. Bekerja baik dan cobalah menyejahterakan rakyat,” pesan Megawati.

Baca Juga:Harga Tiket KA Eksekutif dan Bisnis Hanya Rp17 RibuHoboh! Tuyul Gentayangan di Ujungberung

Oleh karena itu, Megawati mengingatkan para kader PDIP dan para kepala daerah yang diusung PDIP untuk bisa bergerak cepat dan optimal. Apalagi saat ini PDIP menjadi partai pemenang pemilu.

Bukan rahasia lagi bila Ahok dikenal sebagai orang yang memiliki karakter ceplas ceplos dan bahkan tak jarang pula Ahok ‘duel’ dengan banyak pihak. Tak terkecuali dengan orang-orang partai besutan Megawati Soekarnoputri.

Sedangkan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyesalkan Ahok yang mendesak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal rekomendasi dukungan. Ahok mau menggandeng Djarot menjadi cawagubnya, tetapi di sisi lain tak memilih mendaftarkan diri ke PDIP.

“Tata krama dan etikanya di mana. Jadi kebalik-kebalik. Kesannya tidak paham prosedur. Jadi enggak simpatik kalau caranya seperti itu. Jangan hanya mencari keuntungan sendiri lah,” kata Pareira.

Pareira menegaskan, PDIP memiliki proses dan mekanisme soal Pilkada DKI Jakarta. Jika ada orang yang tertarik dan ingin mendapatkan rekomendasi dari PDIP, kata dia, tentunya harus mengikuti proses dan mekanisme yang ada.

“Kalau dia bicara pada Bu Mega orang yang konstitusionalis seperti itu bukan pada posisinya. Kan Ahok sudah memiliki KTP, kalau Ahok milih independen silakan. Kalau mau minta dukungan dia harus ikut dong aturan main,” tegasnya.

PDIP sendiri mengaku tersinggung dengan ucapan Ahok yang sudah tak butuh dukungan di Pilgub DKI karena merasa sudah cukup dengan tiga partai. Bahkan, DPD PDIP DKI Jakarta menginisiasi pertemuan untuk membangun koalisi kekeluargaan dengan Gerindra, PAN, PKS, PPP, PKB dan Demokrat untuk bahas calon penantang Ahok.

0 Komentar