Lima inovasi teknologi yang dipaparkan Gubernur Aher yaitu, Penerapan teknologi pengendalian lalat buah pada mangga gedong gincu, Penguatan inovasi pada kluster perbenihan kentang, Perbaikan genetik sapi lokal pasundan, Pengembangan ayam lokal sentul dan Pengembangan green tea powder kualitas premium Jabar. “Saat ini kita juga sedang merancang mobil desa yang diperuntukkan khusus petani,” lanjut Aher. Namun kata Aher, semua inovasi ini bukanlah semata-mata untuk mengejar penghargaan melainkan untuk sebuah inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat.
“Dapat penghargaan tentu ada rasa bangga meskipun kami selalu mengatakan kita berbuat yang terbaik bukan untuk sebuah penghargaan tapi untuk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, itu tujuannya,” kata Aher. Saat ini pun Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Jabar tengah dikembangkan pada berbagai sektor sesuai dengan potensi wilayah dan komoditi unggulan yang difokuskan pada pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kemajuan teknologi. Antara lain pada bidang pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk. Kolaborasi antara Perguruan Tinggi berkelas dunia dan industri yang ada di Jabar telah terjalin dengan baik dan menghasilkan IKM baru berbasis Iptek. Belum lagi didukung oleh anggaran untuk pengembangam Iptek yang setiap tahun meningkat, untuk tahun 2016 ini sebesar Rp. 33 Milyar, sedangkan tahun 2015 sebesar Rp. 16 Milyar. (rls/jp)
