BANDUNG – Belum juga dipakai untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), sudah rusak. Biang kerusakan, saat digunakan laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Sabtu (16/7/2016).
Kontan, kondisi ini membuat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil berang. Selain mengecam perilaku anarkis, orang nomor satu di Pemkot Bandung yang akrab disapa Emil pun meminta tanggung jawab Panitia Pelaksana (Panpel) Persib.
Kegeraman Emil ditunjukkan mulai postingan foto kerusakan sejumlah kerusakan fasilitas di Stadion GBLA di akun instagramnya, ridwankamil. Dalam gambar tampak adu kursi rusak, terlepas dari dudukannya, hingga kerusakan pagar pembatas.
Baca Juga:Bupati Cirebon Pesimistis Kabupatennya bisa Raih AdipuraJelang Pembukaan di GBLA, PB PON Godok Lahan Parkir
“Jika GBLA sudah rusak-rusak begini dengan perilaku-perilaku anarkis begitu, ada yang mau tanggung jawab? Ini baru 3 pertandingan. Panpel juga harus mau tanggung jawab jika ingin terus memakai GBLA. #JagaGBLA,” tulis Emil.
Sementara itu, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar memastikan pihaknya akan mengganti semua kerusakan yang terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pasca laga Persib kotra Persija Jakarta, Sabtu (16/7/2016) lalu.
Disampaikan pria yang juga komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini, sampai sekarang pihaknya masih belum menerima surat resmi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung selaku pengelola, terkait kerusakan apa saja yang terjadi di GBLA.
“Berapapun nilai yang harus dikeluarkan untuk perbaikan GBLA akan kita bayar. Panpel Persib dan Umuh Muchtar akan bertanggung jawab memperbaiki semua kerusakan di GBLA pasca pertandingan. Tapi sampai saat ini belum ada surat atau laporan resmi dari Dispora terkait apa saja kerusakannya,” ujar Umuh, Rabu (20/7).
Selain belum ada surat resmi, Umuh pun menyampaikan belum ada komunikasi dengan Dispora Bandung mengenai berapa besar jumlah yang harus dibayar Panpel Persib atas kerusakan itu.
Berdasarkan informasi dari media mengenai kerusakan yang terjadi, seperti keran air yang hilang, tutup balok di atas pintu yang rusak serta sejumlah kerusakan lainnya, Umuh menilai kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah. Umuh pun kembali menegaskan jika pihaknya akan mengganti kerugian.
