Dikatakan dia, dalam sambutan di acara pelepasan ribuan tenaga kerja asli Karawang itu, dirinya hanya ingin memberikan pemahaman kepada kawan-kawan serikat pekerja, jika ada masalah apapun silahkan dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.
“Saya prihatin dengan kondisi ketenagakerjaan di Karawang, yang kerap terjadi aksi pemogokan buruh. Seperti contoh, ketika saya dalam perjalanan, kemudian ada demo di PT. Santosa. Saya berhenti dan menemui mereka. Lalu saya kenalkan diri sebagai Wakil Bupati Karawang. Saya kemudian mengundang kedua belah pihak, baik dari buruh maupun perusahaan untuk duduk bareng. Disana saya bilang jika perusahaan tidak memihak kepada buruh dan tetap melakukan PHK sepihak, maka pemkab akan menutup perusahaan tersebut,” katanya.
Jadi, tambah dia, jika dirinya anti serikat pekerja, tidak mungkin mengeluarkan ancaman kepada perusahaan dalam audiensi itu. “Pernyataan saya di acara pelepasan 2.504 orang pekerja asli asal Karawang untuk bekerja di 30 perusahaan besar di Karawang, Sabtu (18/6) lalu, telah dipelintir orang,” tandasnya. (bay)
