Buka ATF, Demiz Promosikan Jabar “Gurilaps”

Buka ATF, Demiz Promosikan Jabar "Gurilaps"
0 Komentar

ATF ini digelar bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan networking diantara peneliti, praktisi di bidang industri pariwisata, dan pembuat kebijakan untuk kolaborasi penelitian lebih lanjut. Networking dengan tujuan utama untuk pengembangan pemasaran dan manajemen di Asia. ATF sendiri pertama kali diadakan pada tahun 1993 di Kota Ho Chi Minh, Vietnam.

Tahun ini ATF dihadiri sebanyak 460 orang delegasi dari 21 negara di Asia yang sebagian besar merupakan para akademisi dan mahasiswa pariwisata, serta hadir pula para komunitas yang akan menghadirkan 130 buah paper. Pembicara di ATF merupakan pembicara-pembicara terkemuka di bidang Pariwisata yang memiliki reputasi internasional, seperti founder ATF Prof. Kaye Chon, Ph.D., CHE., FIH., dari Hong Kong Polytechnic University, serta Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.

“Forum ini untuk melihat pariwisata terutama dilihat dari aspek akademisi.  Jadi kita bisa branch mark student kita dan yang lainnya. Dosen kita dengan dosen dari negara lainnya. Termasuk juga untuk menyiapkan SDM kita,” ungkap Arief Yahya usai dirinya membuka acara.

Baca Juga:Peringati Hari Jadi, PDI Perjuangan Gelar Banteng Musik Festival 20162 Jambret ini Apes, Mau Party dengan Cewek Panggilan Malah Diringkus Polisi

Saat ini banyak negara-negara yang sudah melibatkan dunia akademisi untuk mengembangkan industri pariwisatanya. Contoh negara yang telah sukses mengembangkan pariwisata dengan melalui kolaborasi dengan para ahli, diantaranya yakni Hong Kong, Korea Selatan, dan Thailand.

Menurut Arief, ajang ini juga bisa dijadikan wahana belajar bagi para pelaku industri pariwisata di Indonesia. Terlebih lagi, Arief pun mengungkap bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan serta mensertifikasi SDM-SDM unggul di bidang pariwisata.

“Pasti impact-nya akan besar kalau diadakan disini. Orang Indonesia bisa banyak belajar. Dan dari belajar itu kita harapkan sertifikasi kita akan lebih cepat. Jadi, kita ingin mensertifikasi sejumlah 500 ribu orang Indonesia pada tahun 2019,” tutur Arief di hadapan awak media yang hadir.

Turut hadir pada pembukaan acara ini Walikota Bandung Ridwan Kamil, Founder of Asia Tourism Forum Mr. Prof. Kaye Chon, Ph.D., CHE., FIH., Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Dr. Anang Sutono, CHE., serta jajarannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jawa Barat Nunung Sobari, para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Jawa Barat, Unsur FKPD Kota Bandung, para peserta konferensi, serta para tamu undangan. (jp/adv)

0 Komentar