Sidak, Jimmy “Memanas” dengan Petinggi Yamaha

Sidak, Jimmy “Memanas” dengan Petinggi Yamaha
0 Komentar

KARAWANG – Lagi, Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) melakukan sidak ke sejumlah perusahaan yang ada di wilayahnya. Kali ini, Selasa (19/4/2016), sidak dilakukan ke PT. Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia (YMPM). Dalam sidak itu, sempat terjadi ketegangan antara Wabup Jimmy dengan petinggi perusahaan otomotif raksasa itu. Ketegangan dipicu dari tidak transparannya PT YMPM dalam melakukan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR).

Jimmy meradang lantaran pihak perusahaan berusaha mengelabuinya dengan dalih usahanya tengah dilanda kerugian. Atas kondisi itu, pihak perusahaan tidak mampu melaksanakan tanggungjawab CSR secara maksimal.

“Kalau demikian, Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) perusahaan ini akan dicabut,” tegas Jimmy, di hadapan sejumlah petinggi PT. YMPM, di kawasan industri KIIC Karawang.

Baca Juga:Kasus Penistaan Agama Tidak Dilanjut, Dedi Mulyadi Terbebas dari Jerat HukumAda Anggaran Rp 9,4 Miliar di Bina Marga Cirebon, “Jalur Neraka” Gebang – Babakan Kapan Diperbaiki?

Yang menjadi kekesalan Jimmy, ditambah dari selaan oleh seorang petinggi PT. YMPM saat dirinya tengah mensosialisasikan Perbup Nomor 8 Tahun 2016, yang di dalamnya menjelaskan aturan rekrutmen tenaga kerja dan pengelolaan CSR perusahaan. Sontak, atas kejadian itu suasana di ruangan rapat perusahaan tersebutpun memanas.

“Saya masih kurang percaya jika tenaga kerja Karawang di perusahaan ini sudah mencapai angka segitu. Begitupun soal dana CSR, karena saya punya datanya,” tutur Wabup Jimmy, dalam audiensi di ruang rapat PT. YMPM.

Tiba-tiba saja pernyataan Jimmy disela oleh Manager Operasional perusahaan yang diketahui bernama Saba. “Bapak jangan begitu, karena tidak selamanya perusahaan kami dapat untung. Tahun kemarin saja perusahaan kami rugi,” kata Saba.

Jimmy yang saat itu terlihat tidak senang dengan “sela-an” salah satu petinggi Yamaha inipun langsung kembali mempertanyakan berapa sebenarnya kerugian yang dialami Yamaha pada 2015.

Bahkan Jimmy menegaskan jika memang perusahaan mengalami kerugian, maka data kerugian tersebut bisa dicek melalui data pajak yang disetorkan Yamaha kepada pemerintah. Karena terlihat merasa tidak ingin kalah berdebat, Manager Operasional Yamaha-pun akhirnya balik menantang Jimmy. “Silahkan bapak cek kalau tidak percaya. Bapak jangan begitulah,” timpal Saba.

Akhirnya Jimmy yang merasa kesal dan marah dengan “sela-an” petinggi Yamaha tersebut langsung memerintahkan Kadisnakertrans Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto untuk mengevaluasi IMTA PT. YMPM Indonesia.

0 Komentar