Soal Kades Kalihurip yang Diringkus Polisi, Warga: Kades itu Emang Sangat Arogan

Soal Kades Kalihurip yang Diringkus Polisi, Warga: Kades itu Emang Sangat Arogan
1 Komentar

KARAWANG – Sebagian warga Karawang mengapresiasi kinerja polisi yang sudah meringkus Kepala Desa Kalihurip Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Sukandi. Warga berharap polisi tidak “masuk angin” atau memberikan toleransi pada kades tersebut. Menurut warga, Sukandi sebagai Kades Kalihurip memang arogan, pembuat onar, pemabuk dan sering melakukan tindakan premanisme bersama kelompoknya.

Untuk diketahui, Polres Karawang meringkus Kades Kalihurip, Sukandi dan belasan anggota LSM Grib. Penangkapan dilakukan lantaran mereka melakukan penganiayaan disertai pengrusakan bangunan di Kawasan Industri Indotaisei, Cikampek, Karawang. Aksi mereka dilakukan setelah menggelar pesta miras.

“Polisi sudah melakukan tugasnya dengan benar. Kita mengapresiasi. Mudah-mudahan bisa memproses sesuai hukum yang berlaku dengn hukuman yang setimpal. Kejadian seperti itu bukan kali pertama yang dilakukannya,” ujar Deni (28), warga Cikampek, kepada jabarpublisher.com, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga:KPK Kembangkan Temuan Uang di Mobil Ojang, Para Pejabat + Wabup Subang Ketar – KetirKasus “Bebek Nungging” Meredup, Si Goyang Itik Mendadak Diangkat jadi Duta Pancasila

Dikatakan Deni, Kades Kalihurip itu sikapnya sangat arogan. Dia sering kali melakukan aksi premanisme. Bahkan dalam kesehariannya, dia selalu membawa senjata air softgun.

“Kalau dia kemudian dilepas kembali, berarti judulnya lain lagi, jadi ‘ada apa dengan polisi’?, apakah masuk angin? Tapi saya percaya, polisi Karawang akan bekerja profesional dan benar-benar melaksanakan ‘perang’ melawan premanisme,” lanjutnya.

Pernyataan serupa juga ramai di jejaring sosial. Ratusan orang Karawang pemilik akun di Facebook umumnya mendukung penangkapan Kades Kalihurip Sukandi. “Mantep polisi, penjarakan kades arogan!” tulis pemilik akun FB, ega slengean.

Aksi premanisme yang membawanya ke jeruji tahanan Polres Karawang terjadi pada Senin (11/4/2016) sore. Saat itu, Sukandi dan belasan anggota LSM Grib memukuli seorang warga Kampung Kamuning RT 01/01, Desa Kalihurip, Kecamatan Cikampek, bernama Rivan.

“Awalnya saya bawa mobil dari arah kawasan mau pulang. Kemudian di arah berlawanan ada mobil pak Kades. Karena jalannya sempit maka saya mengalah berhenti di pinggir jalan sebelah kiri,” jelas Rivan.

Rivan menceritakan meski mobilnya sudah menepi, tapi mobil yang dikendarai oleh Sukandi malah berbelok ke arah kanan hingga berhadap-hadapan. Kemudan, ada orang dari kelompoknya Kades Kalihurip turun dari mobil kades. Dia langsung lari dan nendang spion mobil yang dikendarai Rivab.

1 Komentar