Merasa sudah tidak ada lagi yang dibahas, akhirnya Kang Jimmy bersama rombongan sidak yang diikuti langsung oleh Kadisnaker dan Kepala BPLH ini langsung bergegas meninggalkan perusahaan. Berdasarkan hasil sidak ini, Kang Jimmy mengaku akan segera melaporkannya kepada Bupati dr. Cellica Nurrachadiana, untuk kemudian mengevaluasi dua perusahaan yang disidak tersebut.
Untuk diketahui, melalui sidak ini Kang Jimmy juga menawarkan dua mekanisme pengelolaan dana CSR kepada perusahaan. Karena selain bersifat transparan, Kang Jimmy juga menginginkan agar pengelolaan CSR perusahaan ke depan lebih tepat sasaran.
Pertama, Kang Jimmy menawarkan agar CSR dikelola oleh lembaga CSR yang ditunjuk pemkab, namun dengan catatan supaya akuntan publik ditunjuk langsung oleh perusahaan. Tujuannya agar pengelolaan dana CSR tetap bisa terpantau oleh perusahaan.
Baca Juga:Modus jadi Orang Sakti Pengganda Uang, Komplotan Begal di Cirebon Rampas Uang Korbannya Rp52 JutaFeri: Gerindra Tak Pernah Perintahkan Legislator Urusi Mobil Dinas
Kedua, Kang Jimmy memperbolehkan agar dana CSR dikelola langsung oleh perusahaan sendiri. Namun dengan syarat akuntan publik ditunjuk langsung oleh pemkab. Dalam mekanisme kedua ini, lembaga CSR pemkab hanya bertugas sebagai bank data persoalan pembangunan yang akan diselesaikan oleh dana CSR perusahaan.
“Mau menggunakan mekanisme yang mana, silahkan terserah perusahaan enaknya yang mana. Yang pasti pemkab menginginkan agar pengelolaan CSR ke depan lebih transparan dan lebih tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat sekitar butuhnya perbaikan sekolah rusak, tapi dana CSR-nya malah digelontorkan untuk modal usaha ternak ikan lele. Ini kan jadi gak nyambung,” pungkas Kang Jimmy.(adk/red/jp)
