BANDUNG – Usulan pengadaan mobil dinas berupa Fortuner yang diajukan anggota Fraksi Gerindra DPRD Jabar kepada Pemprov Jabar, menuai protes warga. Menurut warga, usulan itu mencerminkan kalau legislator tersebut tidak merakyat.
“Anggota dewan kan wakil rakyat. Harusnya dia bisa merakyat. Dengan usulan pengadaan mobil ini jelas terlihat kalau dia hanya mementingkan dirinya sendiri, gak melihat pada penderitaan rakyat,” ujar Amir, warga Jabar.
Hal serupa juga dilontarkan pengamat kebijakan publik dari Monitorring Community Jawa Barat, Kandar Karnawan. Kata dia, usulan anggota dewan tersebut dinilai bakal menyakiti hati rakyat. Terlebih lagi, warga Jabar masih banyak yang kurang mampu.
Baca Juga:Jaring Kendaraan Tak Bayar Pajak, Dispenda Gelar RaziaEntaskan Angka Pengangguran, Pemkab Cirebon Gelar Job Fair
“Masyarakat masih banyak loh yang kesusahan cari makan. Pakai hati dong, biar bisa berempati terhadap kondisi masyarakat yang sedang susah. Masyarakat Jabar pasti marah kalau tahu ini,” ujarnya.
Menurut dia, Menteri Dalam Negeri melalui Pemprov Jabar, harus membatalkan pembelian mobil Toyota Fortuner. “Mobil Toyota Rush yang ada saat ini sudah sangat layak kok,” lanjutnya.
Pembelian mobil baru, tambah dia, tidak terlalu urgent. Mobil yang digunakan para anggota dewan itu masih bagus. Banyak hal yang lebih penting dari pada harus beli mobil baru.
“Ini mau kerja atau mau gaya-gayaan dengan mobil mewah. Gubernur dan Mendagri harus mencoret usulan gila (pembelian 100 mobil baru) itu,” katanya.
Sebelumnya, anggota DPRD Jabar disebut-sebut ingin mengajukan mobil baru jenis Toyota Fortuner. Alasannya, mobil yang selama ini digunakan sudah lebih dari lima tahun atau peninggalan anggota DPRD Jabar periode sebelumnya. Jadi, katanya, pengajuan mobil baru sangat diperlukan.
Adalah Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir, yang mengeluarkan pernyataan itu. “Mobil ini sudah lebih dari lima tahun. Anggota sekarang kerap mengganti service sampai beberapa juta. Karena itu biaya sendiri. Kan sifatnya pinjam pakai,” ujar legislator dari Partai Gerindra itu, kepada wartawan, Senin (4/4) kemarin.
Menurut dia, para wakil rakyat saat ini layak memperoleh mobil dengan kapasitas CC lebih besar sekelas Fortuner atau Pajero Sport. Itu, juga kerena dia memandang kalau status anggota DPRD Jabar setidaknya sama dengan pejabat eselon II di eksekutif.
