Driver GO-JEK Bertingkah, Bawa Motor Ugal – Ugalan dan Bentak Penumpangnya

Driver GO-JEK Bertingkah, Bawa Motor Ugal - Ugalan dan Bentak Penumpangnya
0 Komentar

NIH dia driver GO-JEK yang bertingkah. Dia bawa motor ugal-ugalan, hingga bikin syok penumpangnya. Dan ketika penumpang itu memilih berhenti, si pengemudi ini malah menghardiknya. Penumpang bernama Fina itupun kemudian menceritakan kejadian yang menimpanya di akun Path miliknya, Rabu (17/2/2016).

Sebagai penumpang, Fina mengaku merasa tidak nyaman dengan tindakan pengemudi tersebut. Yang bikin tak nyaman lantaran pengemudi itu mengendarai motornya secara uga-ugalan. Bahkan, motor yang ditumpanginya itu nyaris jatuh.

Karena syok, Fina pun memilih berhenti sebelum tiba di lokasi tujuan. Tapi, bukannya merasa bersalah pengemudi yang diketahui bernama Ariyanto Affandi malah membentaknya dan mengeluarkan kalimat tidak pantas.

Baca Juga:Masuknya MEA, Pemerintah Diharapkan Genjot Ekonomi NasionalMenteri Desa: ADD Harus Dipermudah

Mendapat perlakuan tersebut, Fina mengaku hanya bisa menangis. Pengemudi tersebut lantas ditenangkan rekan-rekannya yang kebetulan melintas.

Berikut curhatan lengkap Fina yang diunggah dalam akun Path miliknya pada Selasa (16/2) kemarin:

“Baru kali ini naik gojek turunnya gemeteran trus nangis kejer (ya posisi gw nulis ini msh sambil nangis).

Mau ke senayan city beli buah ke foodhall, trus pesen gojek. Muncullah driver gak tau etika & psycho ini. Mulai dr dia dtg dengan gk pake helm di depan bentara budaya, dengan muka agak beler.

Pertama, dia motong lawan arus lewat rel kereta palmerah, dengan hilang keseimbangan dan gw hampir jatuh, untungnya nahan pake kaki. Motor2 dr arah dpr/mpr jalan krna udah lampu ijo. Oke dia minta maaf, gw cm jwb ‘iya pak, hati2 aja ya’.

Kedua, keluar patal senayan dia smpet brhnti bbrapa detik di pertigaan jalan smpe ada motor brhnti dn teriak ‘lo mau kmana, itu gk bs lewat situ’. Lalu dia jalan lg ke arah hotel mulia. Udh mulai deg2an.
Ketiga, bukannya muter balik di depan hotel mulia, dia hampir kebablasan ke arah tvri dengan lgsg tikung tajam puter balik di puteran hotel mulia. Makin curiga makin deg2an.

Keempat, mau ke arah sency ssudah PS dia gk ambil cabang jalan ke kanan, malah ambil yg sisi jlan yg satu lg dengan ragu2 dan hampir nabrak separator jalan. Lgsg sontak gw blg ‘pak saya turun disini aja’. Dia kekeuh blg ‘gak mba ini udh mau sampe’, tp gw kekeuh mau turun smpe akhirnya dia minggir.

0 Komentar