HUT ke-50, Pertuni Ingin Tunantera Jadi Subjek Pembangunan Bangsa

HUT ke-50, Pertuni Ingin Tunantera Jadi Subjek Pembangunan Bangsa
0 Komentar

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berkomitmen untuk terus berupaya melakukan keberpihakan dan melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap proses pembangunan, sekaligus menjadikan penyandang disabilitas sebagai human investment, yaitu sumber daya manusia potensial yang perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri dalam berbagai aspek kehidupan,” papar Wagub dalam sambutannya.

Wagub mengungkapkan upaya Pemprov Jawa Barat tersebut dituangkan dalam bentuk Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Cacat, Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, serta Perda Nomo 7 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Regulasi ini merupakan arah kebijakan untuk memberikan perhatian secara penuh hak penyandang disabilitas yang ada di Jawa Barat.

Selain itu, komitmen lainnya yang diberikan Pemprov Jawa Barat yaitu pada tahun 2013 dideklarasikan Jawa Barat sebagai Provinsi Inklusif  yang diharapkan agar semua masyarakat termasuk penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang bermutu, kesehatan, dan kesejahteraan.

Baca Juga:Sebanyak 2.067 Peserta Lomba Warnai Mal Techno Mart KarawangPembebasan Lahan Pertamina di Karang Sentosa, Warga Hanya Terima Rp.120 – 150 Ribu per meter

Saat ini, sekolah penyelenggara inklusif di Jawa Barat telah mencapai 400 sekolah (SD, SMP, SMA, dan SMK) serta 360 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang terdiri dari 38 SLB Negeri dan 322 SLB Swasta. Pada 2015, jumlah peserta didik berkebutuhan khusus mencapai 20.000 anak yang bersekolah di SLB dan 5.000 anak bersekolah di penyelenggara pendidikan inklusif.

Sementara menurut data BPS Jawa Barat diketahui bahwa anak usia sekolah dengan disablitas mencapai 189.000 anak atau dengan kata lain Angka Partisipasi Kasar (APK) anak dengan disabilitas di Jabar baru mencapai 12%.

Menindak lanjuti hal tersebut, Pemprov Jawa Barat pun mengajak semua para pemangku kepentingan untk berkomitmen dan bersinergi meningkatkan APK anak dengan disabilitas seusia dengan peran dan kapasitasnya.

Parade Tongkat Putih Surabaya – Jakarta dengan slogan “Tongkat Putih adalah Pengganti Penglihatan Kami, Tongkat Putoh adalah Identitas Kami” ini berlangsung dari tanggal 23 – 31 Januari 2016 dengan melewati 9 kota yang ada di Pulau Jawa. Kegiatan ini pun sebagai media komunikasi untuk menyampaikan aspirasi dan simbol penyandang tunanetra yang ingin mandiri dan tidak menjadi objek belas kasihan, sehingga tunanetra bisa diperhitungkan dan menjadi subjek nyata pembangunan di Indonesia. (rls)

0 Komentar