Tapi kemana tim berlambang burung hantu itu bergerak dan siapa sasarannya, Anton tidak mau menyebutkan. Yang jelas di dalam dan di luar Jawa. “Jaringan ini kita gak tahu, jaringan ISIS di Jabar, Jateng, atau terkait kelompok Santoso, Lampung, Jatim, semua disisir. Prioritas cari jaringan pengebom di Sarinah. Baik itu dari pelaku yan sudah tertangkap, intelijen, IT, dan human intelijen,” imbuhnya.
Yang jelas, menurut Anton, pelaku lebih dari lima orang. Seperti diketahui lima pelaku telah tewas. Dua tewas ditembak polisi dan tiga tewas karena bom bunuh diri. “Lebih dari lima orang. Kita kejar lainnya,” katanya. (bay)
