MODUS pembunuhan yang dilakukan pria ini tergolong unik. Gara-gara gak bisa bayar keperawanan ABG cantik sesuai dengan kesepakatan, dia bunuh si ABG itu. Awalnya, pria yang kesehariannya sebagai penjaga warnet ini merayu dan mengimingi korbannya akan dibayar Rp20 juta untuk keperawanannya. Namun setelah ketemu dan “bergumul” di atas kasur kamar hotel, si pria hanya mampu membayar Rp200 ribu. Si ABG ngamcam akan lapor polisi, si pria gelap mata dan dibunuhlah.
Adalah Ebren Heza Kasihu (26), pria penjaga warnet di Sidoarjo, Jawa Timur, yang tega membunuh ABG cantik bernama Octavian Ratna Poetri, warga Jalan Anggrek nomor 71, Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Sidarjo. Dia membunuh ABG cantik itu di kamar The Sun Hotel, Sidoarjo, setelah “memakainya”. Pembunuhan dilakukan karena Ebren tak mampu bayar keperawanan si ABG sebesar Rp20 juta sesuai kesepakatan.
Kasus berawal saat Ebren mengaku dapat memberi uang Rp20 juta kepada si ABG, Octavian Ratna Putri bila mau melayani pria hidung belang. Dengan iming-iming itu, Ratna akhirnya jatuh dalam cengkeraman Ebren yang sebenarnya hanya penjaga warnet.
Baca Juga:Hot! Hotel Marbella Bandung Kebakaran, 4 Orang Terjebak Api di Lantai 16Pemuda ini Ogah Nikahin Siswi SMA yang Dihamilinya Karena Tato di Bawah Pusar
Ratna kemudian percaya dengan Ebren. Keduanya melakukan percakapan dengan akun Facebook khusus dengan nama Germo Surabaya milik Ebren. Melalui akun Facebook itulah Ebren melakukan percakapan dengan korban. Saat itu, tersangka mengaku kepada korban yang punya nama sapaan Tita mampu memberikan uang besar asal mau menjual keperawanannya.
Dari percakapan melalui akun sosial media itu, tersangka mengetahui jika korban sedang membutuhkan uang. Oleh karena itu, tersangka mengatakan, kepada korban jika dia sudah biasa menampung para pekerja seks komersial (PSK) dan bisa menjualnya dengan harga tinggi.
Keduanya pun sepakat untuk melakukan transaksi seksual di The Sun Hotel, Sidoarjo, 5 Desember 2015. Tapi setelah melakukan hubungan seksual, Ebren tidak mampu membayar seperti harapan Ratna. Ebren hanya mau membayar Rp200 ribu.
Terjadi adu mulut di antara keduanya, Ratna marah karena dia tidak menerima uang yang telah dijanjikan Ebren walaupun saat itu tersangka sempat menaikkan tawaranya menjadi Rp500 ribu. Namun, tetap saja korban tidak terima, dan minta dibayar Rp20 juta. Bila tidak, dia akan melaporkan kejadian ini kepada polisi.
