Selain Bush, mantan presiden AS lain seperti Bill Clinton juga menuliskan kata sambutan di buku memoir-nya yang berjudul Sons Of Abraham, yang ditulis Syamsi bersama dengan seorang Rabi Yahudi yang juga teman dekatnya. Di mata Aher, Syamsi Ali yang asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini merupakan sosok rendah hati (humble) yang sudah mampu menjadi duta dunia Islam –bukan hanya duta Indonesia– di negara Barat.
“Prinsipnya ajaran Islam itu humble, budaya Nusantara juga rendah hati, itulah sebabnya banyak orang Barat mencari imam dan pemuka Islam selalu Syamsi Ali dari Indonesia, bukan dari negara lainnya,” katanya. Selain humble, Syamsi dinilai Aher juga sebagai pribadi yang memiliki pengetahuan luar biasa dengan wawasan ke-Islam-an yang memadai plus kemampuan komunikasi publik yang mengalir.
“Inilah yang membuat saya dan beliau yang belum kenal lama, baru kenal dari media sosial dan pesan instan, namun kami sudah sama memiliki keakraban yang terjalin dengan baik,” katanya, seraya mengatakan sebelumnya sudah bersama mengisi ceramah di Mesjid Al-Muttaqin, Unpad, beberapa waktu lalu. (dov/rls)
