Makam Bayi Korban Dugaan Malpraktek RS Awal Bros Bekasi, Dibongkar!

Makam Bayi Korban Dugaan Malpraktek RS Awal Bros Bekasi, Dibongkar!
0 Komentar

Harris menjelaskan, saat melakukan pembongkaran makam, di atas tenda hitam yang menutupi makam berukuran kecil tersebut, memang terdapat lalat beterbangan. Namun, tidak ada satupun yang hinggap di tubuh mungil jenazah suci Falya.

“Secara ilmu kedokteran proses pembusukkan sama saja antara mayat dewasa dan bayi. Ini bukti kalau bayi masih suci,” kata Harris.

Ia menjelaskan, proses yang dilakukan oleh tim BIDDOKKES Polda adalah uji toksikologi. Uji tersebut untuk menunjukkan ada atau tidak indikasi almarhumah keracunan, serta zat-zat apa yang di dalam tubuhnya.

Baca Juga:Distanbunakhut Cirebon: Pupuk Bantuan, Gratis! Petani Harus Nebus, Itu PelanggaranKetua PPP Karawang Kubu Romi Enggan “Turun Kursi”

Tim forensik mengambil sampling organ tubuh seperti hati empedu, ginjal, lambung, dan jantung. Selain itu, juga diambil sampling tanah di 20 M sekitar makam, dengan jarak 20 cm dari setiap sisi, Barat, Timur, Utara, Selatan. Kemudian tanah di atas papan, serta di bawah jenazah yaitu sekitar lambung.

“Tanah sekitar, tanah di bawah jenazah, di bawah jeroannya, lalu dilihat ada tanda-tanda kekerasan atau tidak, juga titik infusnya dimana,” jelasnya.

Salah satu petugas dari Puslabfor Mabes Polri menjelaskan, pihaknya melakukan olah TKP terlebih dahulu sebelum mengambil sampling untuk kebutuhan otopsi. “Kita olah TKP dulu lalu pengambilan barang bukti sampling,” jelas petugas yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut.

Dari hasil uji toksikologi yang diambil oleh tim Puslabfor Bareskrim Mabes Polri dan tim Forensik Polda Metro Jaya telah dikumpulkan di satu box plastik untuk dibawa ke laboratorium forensik RS Polri dr. Soekamto. Setelahnya, jenazah kembali dikafankan dan dibacakan doa oleh seorang ustadz.

Pihak keluarga berharap jika hasil otopsi ini akan memberikan penjelasan mengenai penyebab meninggalnya bayi tersebut yang dianggap janggal.

“Dengan ini keluarga berharap Polda agar bantu mengungkap seterang-terangnya sesuai fakta dan kami bisa mendapatkan keadilan,” kata Yusuf Blegur, paman Falya.

Sementara itu di tempat terpisah, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, akan membuka konferensi pers di balai kota terkait hasil otopsi jenazah almarhumah Falya Blegur. “Setelah melaksanakan apel pagi, Senin (30/11) nanti, kita adakan prescon terkait hasil otopsi jenazah Falya,” tutupnya. (fjr)

0 Komentar