Malam sebelum kejadian itu, korban yang serumah dengan para pelaku, di Desa Batu Godang, Dusun Gunung Harapan Dua, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menolak dipaksa berhubungan badan dengan ayah mertuanya. Ia juga menolak saat disuruh ibu mertuanya menyadap getah karet keesokan harinya.
Ibu mertuanya yang kesal dengan penolakan korban langsung mengamuk dan membuka paksa pakaiannya. Ia kemudian disuruh duduk di sebuah kursi sambil memeluk pohon kelapa dalam keadaan telanjang, tangan dan kakinya pun diikat ke batang pohon yang ada di halaman rumah.
Korban yang tidak berdaya hanya bisa menangis. Dengan kedua tangan terikat, kursi yang tadinya diduduki dilepas dan akhirnya ia tergantung dengan tangan terikat di batang pohon, dalam keadaan telanjang tanpa sehelai busana. Sang suami yang menyaksikan kejadian itu hanya diam.
Baca Juga:Aher: Sukseskan Pilkada Serentak, PNS Harus Netral!AMH 2015, Pemprov Jabar Kembali Berjaya
Yang paling mengenaskan, perlakuan keji tersebut dipertontonkan ke warga sekitar. Bahkan, anak-anak di bawah umur juga turut menyaksikan peristiwa itu.
(Baca: Tolak Layani Seks Mertua, Perempuan Muda Diikat di Pohon Tanpa Busana oleh Suaminya ).
Video berdurasi enam menit yang menghebohkan warga Tapanuli Selatan, menayangkan Oniber terikat di pohon kelapa tanpa busana. Ia diikat oleh suami bersama mertuanya karena menolak melayani nafsu bejat mertua laki-lakinya. Simak berita selengkapnya di tautan ini.
Saat ini untuk proses penyelidikan lebih lanjut, kedua tersangka masih diperiksa unit Perlindungan Perempuan dan Anak kepolisian setempat. (bay)
