“Saya tegasin lagi ke dokternya tentang permintaan saya, eh dokternya malah marah-marah dan maki saya. Dia bilang, dia dokter lulusan Universitas Indonesia (UI) jadi dia yang paling tau,” jelasnya.
Sebagai orang awam soal dunia kesehatan, Samuel pun setuju luka putrinya dijahit. Usai penanganan luka putrinya selesai, ia pun keluar untuk menyelesaikan administrasi.
Merasa masih penasaran, semua permintaan yang tak disanggupi ditanyakan kembali ke salah satu staff administrasi di sana. Rupanya, semua permintaannya pada dokter yang menanangani putrinya bisa diberikan. Namun, sayangnya pihak rumah sakit yang tak bisa menyanggupi.
Baca Juga:Duel dengan Anak SMP, Begal KO, Ketauan Warga, Ampir Mati Dibakar Massa3 ABG Berusia 15 Tahun Dipaksa jadi PSK di Kafe Doli-Doli Tangerang
“Katanya bisa luka anak saya dilem, atau dijahit dengan tak perlu cabut benang kembali. Tapi emang di rumah sakit sedang tak punya peralatannya. Ini dokternya yang bohongin saya, harusnya dia bilang kalau rumah sakit yang tak punya peralatan, jadi anak saya bisa dirujuk ke rumah sakit lain,” tegasnya.
Dari situlah, Samuel kembali ke ruangan sang dokter dan meminta penjelasan. Dirinya tak terima dan merasa dibohongi. Ia pun meminta pertanggung jawaban managemen rumah sakit. “Setelah saya marah-marah, barulah ditangani dengan ramah. Sebelumnya dokternya ketus banget, bawa-bawa almamater pula. Saya pun yang merasa jadi korban penipuan ikut menggertak dengan bilang alumni UI Fakultas Hukum,” ujarnya.
Akhirnya, usai kejadian pihak manajemen rumah sakit pun meminta dirinya bersabar. Pihak manajemen mendatanginya dengan membawa seorang suster. Di sana, ia diminta untuk mengisi formulir persetujuan tindakan. “Saya tidak mau tanda tangan. Terkesan rumah sakit mau memenuhi formalitas. Sebelumnya saya dimaki-maki sama dokter yang nanganin putri saya, tak ada keramahan. Sekarang justru berbalik,” ujarnya.
Usai kejadian, manajemen rumah sakit menjanjikan dirinya bertemu dengan dokter spesialis bedah plastik satu minggu setelahnya. Akhirnya, Ia pun bersedia menemui dokter ahli bedah plastik.
Dari situ, ahli bedah plastik dari RS Awal Bros menyatakan, hasil jahitan anak saya tak akan berbekas secara permanen. Samuel pun mengaku lega dan tak mau memperpanjang masalah tersebut. “Saya lega berniat menyelesaikan masalah cukup sampai di situ saja,” imbuhnya.
