Arzetti sendiri membantah dirinya digerebek di dalam kamar nomor 18, seperti yang disebut Brigjen Sabrar. Dia mengakui bertemu dengan Letkol Rizeki, tapi di lobi hotel, dan ditemani suaminya.
“Nggak-nggak. Itu di luar kamar. Ada suami saya Mas Didit juga ada banyak orang,” kata Arzetti saat dihubungi detikcom, Senin (26/10).
Dandim Sidoarjo Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya membenarkan dirinya bertemu dengan anggota DPR Arzetti Bilbina di Hotel Arjuna Malang. “Pertemuan di teras Hotel Arjuna, bukan di kamar. Mbak Arzetti diikuti teman-temannya dari Muslimat (NU),” kata Rizeki kepada wartawan di Kodim 0816 Sidoarjo, Jl Lingkar Timur Sidoarjo, Senin (26/10).
Baca Juga:45 Legislator DPR RI Tandatangani Revisi UU KPKPKS Kedepankan Misi Penguatan Internal Kota Bekasi
Rizeki yang berseragam kavaleri ini memperkirakan Arzetti datang sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (25/10). Tak lama kemudian, datang anggota Denpom berpakaian preman. Juga ada suami Arzetti, Didiet.
“Anggota Denpom tanya, ada apa ini. Saya jawab tidak ada apa-apa, hanya ngobrol. Kemudian muncul suaminya,” jelas Rizeki.
Rizeki mengaku ditemani sopirnya, Serda Hadi. Dia tak tahu kenapa anggota Denpom datang. “Mungkin melihat mobil dinas yang saya parkir di depan teras kamar hotel. Posisi kendaraan itu berada di depan teras kamar hotel,” jelasnya.
Rizeki tak menjelaskan sejak kapan dirinya mengenal Arzetti. Dia cuma mengaku memiliki 1 pondok pesantren di Desa Klompok, Kecamatan Singosari, Malang dan 3 panti asuhan di Malang. Arzetti diharapkan ikut membantu kelangsungan tempat tersebut. (bay)
