KARAWANG – Genderang perang para kandidat Pilkada Karawang 2015 kian tetrdengar nyaring. Kemarin malam, Kamis (22/10), hanya karena diketahui merupakan kakak dari salah satu kandidat Pilkada Karawang dan menggunakan mobil berbranding pasangan kandidat itu, seorang penceramah keagamaan diusir secara halus oleh tim pemenangan kandidat lainnya. Padahal, si penceramah yang bernama H. Ahmad Ruhyat atau yang akrab disapa H. Uyan itu, berceramah di lokasi atas undangan panitia untuk acara Muharaman.
Diketahui, H. Uyun merupakan kakak dari salah satu kandidat cawabup H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy), yang berpasangan dengan incumbent, Cellica Nurrachadiana. Malam itu, seperti yang diceritakan H. Uyun, dirinya menghadiri undangan panitia Muharaman di salah satu masjid di Desa Medangasem, Kecamatan Jayakarta. Dia diundang untuk berceramah di sana.
Namun setelah di lokasi, kata dia, dirinya malah mendapatkan perlakuan kurang mengenakan. Dia diusir secara halus oleh salah satu tim pemenangan Cabup Saan Mustopa. Kendati sebenarnya H. Uyan mengaku sama sekali tidak pernah menyelipkan kampanye atau mengajak masyarakat untuk memilih Cellica-Jimmy dalam setiap agenda ceramah keagamaannya.
Baca Juga:Kasus Dana Bansos 2009 – 2012, Wabup Cirebon Dituntut 9 Tahun PenjaraIni Kronologis Dua Insiden Pemukulan Awak Gojek di Cibiru
“Sebenarnya ini bukan permasalahan besar. Cuma ya tidak etis saja kalau saya diusir cuma gara-gara memakai mobil ada gambar Cellica-Jimmy. Padahal saya kan tidak pernah menyelipkan kampanye dalam setiap pembicaraan ceramah yang saya bawakan. Apalagi ini tidak boleh parkir mobil dekat-dekat masjid,” tutur H. Uyan, Jumat (22/10).
Salah satu petinggi Nahdatul Ulama (NU) Karawang ini juga menambahkan, jika bukan atas undangan panitia, ia tidak mungkin akan hadir untuk memenuhi undangan ceramah Muharraman. “Saya diundang Ustadz Junaedi untuk ceramah itu. Ya tapi karena ceritanya begini, ya saya terpaksa harus pulang lagi semalam itu,” tuturnya.
Menurut H. Uyan, ia sendiri mengetahui telah diusir secara halus oleh Korcam pemenangan Saan Mustopa bernama H. Azis. Hal tersebut diketahuinya berdasarkan penjelasan panitia Muharraman yang mengundang dirinya untuk berceramah.
“Kalau anak Karang Taruna dan H. Azis sih seperti tidak pernah ngusir saya dengan cara ngomong langsung. Tapi ngomongnya melalui Ustadz Junaedi. Ia (Ustadz Junaedi) juga mengaku tidak enak kepada saya. Tapi ya mau gimana lagi, akang harus bersabar aja,” timpalnya.
