“Rusuh Piala Presiden”, Sekjen Jakmania Bikin Surat Permintaan Maaf

"Rusuh Piala Presiden", Sekjen Jakmania Bikin Surat Permintaan Maaf
0 Komentar

JAKARTA – Sekjen Jakmania, Febriyanto (37) menyampaikan perhomonan maaf secara terbuka terhadap publik atas kasus dugaan provokasi terkait penyelenggaraan final Piala Presiden 2015 pada Minggu (18/10) lalu di GBK, Senayan, Jakarta Pusat. Permohonan maaf Febri disampaikannya lewat surat. Dalam surat tersebut, Febri menyatakan, cuitannya di akun Twitternya tidak pernah bermaksud untuk menyinggung siapapun. Bahkan dalam surat tersebut, Febri menyebut kalau dirnya adalah Bandung dan Bandung adalah dirinya. Bandung adalah rumah keduanya.

49601a74-4d15-4d29-93ac-c9d6eb4dece2_916Berikut surat permintaan maaf Febri yang ditandatanganinya yang diperlihatkan Pengacara Febri, Halim kepada wartawan di Polda Metro Jaya:

Assalamualaikumm wr.wb

Pertama saya ingin menyampaikan perkenankanlah saya Febriyanto, Sekretaris Jenderal Jakmania untuk memberikan keterangan terkait dengan insiden Piala Presiden dan proses hukum yang saya hadapi.

Baca Juga:Konferensi Asia Pasifik, Ajang Bertukar IdeDe Syukron, Artis & Seniman Sunda Bakal Guncang Gedung Sate

Kedua, saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga saya, keluarga besar Jakmania atas proses hukum yang saya hadapi yang membuat ketidaknyamanan atau hal-hal lain yang menyusahkan selama proses hukum berlangsung.

Ketiga, saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada publik Jakarta, Bapak Kapolda dan jajaran Polda Metro Jaya, Gubernur DKI Jakarta dan bagi siapapun yang merasakan ketidaknyamanan dan keresahan atas tweet-tweet saya yang dianggap melakukan provokasi.

Dapat saya sampaikan, bahwa saya tidak bermaksud untuk melakukan provokasi, saya tidak menngendalikan atau mendesain insiden-insiden pelemparan yang terjadi dalam kurun pelaksanaan Piala Presiden 2015.

Adapun, terkait dengan pernyataan saya di Twitter, saya dapat sampaikan klarifikasi sebagai berikut:

Pertama, pernyataan saya terkait dengan tolakpersib adalah merupakan bentuk kontribusi dan kritikan saya untuk suksesnya pelaksanaan Piala Presiden 2015. Pada saat itu, saya melihat penolakan yang besar dari elemen JakMania terhadap pelaksanaan Piala Presiden 2015 di Jakarta, khususnya keberadaan Persib di Jakarta, sehingga saya berinisiatif untuk mengingatkan betapa tidak kondusifnya jika pelaksanaan Piala Presiden 2015 di Jakarta.

Kedua, saya mengakui bahwa beberapa pernyataan saya dapat menimbulkan persepsi provokatif, hal ini merupakan kekhilafan saya karena tidak menyadari posisi saya sebagai Sekjen JakMania dan sensitifitas isu yang saya tweetkan. Namun demikian, beberapa mention yang masuk ke saya, sehingga terjadi saling balas membalas (tweet war). Jika ada pernyataan keras, hal tersebut merupakan emosi sesaat dan bukan merupakan pernyataan sungguhan yang berasal dari dalam hati saya.

0 Komentar