Jaka pun ingin masyarakat Sunda harus merubah kebiasaan untuk memiliki keberanian untuk percaya diri dan berani berkompetisi dalam berbagai hal, dengan merubah jargon yang awalnya “mangga tipayun (silahkan duluan) menjadi “punten kapayunan (permisi duluan). Acara deklarasi dan pengukuhan ini, turut dihadiri pula oleh Asisten Personil Kodam XVII/Cenderawasih Tatang Subarna serta jajarannya, Wakil Bupati Kerom, serta ribuan masyarakat sunda yang ada di wilayah Papua dan Papua Barat. (jay/rls)
Gubernur Kukuhkan Formas Sunda Ngumbara di Papua
