BANDUNG – Tragedi Hercules, ternyata membuat seorang Polwan cantik di Polda Jabar berduka. Betapa tidak, tragedi itu telah memisahkan cinta dia dengan tunangannya, yakni Letda PNB Dian Sukma P, Co Pilot pesawat Hercules C 130, salah satu korban meninggal dalam tragedi itu.
Mendengar kabar jatuhnya pesawat Herculis C130 yang ditumpangi Letda PNB Dian Sukma P, sontak membuat Polwan cantik bernama Bripda Putri Inka Mutiara terkejut. Seolah tak percaya, kalau pesawat yang ditumpangi tunangannya itu mengalami kecelakaan. Staf Biro SDM Polda Jabar ini mencari televisi untuk menyaksikan berita kecelakaan pesawat di Medan tersebut.
“Kebetulan televisi di ruangan kami mati. Kemudian dia mencari televisi di ruang lain. Tapi kami larang karena takut terjadi apa-apa. Akhirnya diantar dua polwan ke mes polwan untuk menenangkan diri,” ujar rekan Putri, Dias Risnawati (26) kepada wartawan di Markas Polda Jabar, Rabu (1/7).
Baca Juga:Ancaman Kekeringan di Indramayu, PDAM Ajak Warga Hemat AirHeboh! Oknum Polisi Dilaporkan, Dituding Hamili Gadis
Menurut Dias, selain panik, Putri juga menangis tersedu-sedu setelah mendengar kabar nahas tersebut. Putri sempat duduk menyendiri sembari menangis sebelum ditenangkan dua orang polwan.
“Di mes polwan juga masih sempat menangis sebelum dijemput keluarganya untuk berangkat ke Karawang. Pagi tadi dia berangkat ke Medan menggunakan pesawat,” kata Dias.
Co pilot pesawat Hercules C 130, Letda PNB Dian Sukma P merupakan tunangan Putri. Sebelum insiden itu, mereka sempat berkomunikasi pada Selasa (30/6) pagi atau sebelum pesawatnya kandas di Medan.
“Paginya masih berhubungan via telpon. Komunikasinya lebih tentang persiapan penerbangan Bang Dian sebelum ke Medan. Posisinya Bang Dian sendiri masih di Halim Perdanakusumah sebelum berangkat ke Medan waktu itu,” lanjut Dias.
Diakui Dias, Putri memang kerap bercerita kepadanya mengenai hubungannya dengan Dian. Konon mereka sudah menjalin hubungan pacaran selama tiga tahun lamanya. Selama berpacaran, keduanya memang jarang bertemu lantaran Dian berdinas di Malang.
“Jadi lewat komunikasi ponsel saja. Kalaupun ketemu, Putri yang datang ke Malang karena Bang Dian sendiri sibuk dengan kedinasannya. Tapi itu juga tidak sering,” kata Dias.