Bupati Cirebon: Triwulan Kedua Tidak Ada Lagi RTS Makan Beras Jelek

0 Komentar

Selain keterlambatan penyaluran, kata Miftahul, beras yang rusak itu karena akibat pembelian besar-besaran yang dilakukan Bulog. Pada tahun 2014 lalu, Bulog diupayakan membeli besar untuk menstabilkan harga di pasaran. Namun jumlah tersebut melebihi kebutuhan masyarakat sehingga terjadi penumpukan.
Lebih lanjut Miftahul mengatakan, masyarakat yang mendapat raskin dengan kualitas buruk bisa menukarkannya ke gudang Bulog terdekat. Hal tersebut telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir agar masyarakat bisa mendapat beras dengan kualitas layak.“Ada banyak masyarakat yang menukarkan kepada kami dan itu memang dipersilahkan. Kami tukar dengan yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, terkait stok beras Bulog bagi Kabupaten Cirebon, Miftahul memastikan masih tersedia hingga 3,5 bulan ke depan dan kebutuhan raskin pada triwulan pertama kemarin mencapai 9.952.175 kilogram. Jumlah tersebut disalurkan kepada 176.715 RTS. (gfr)

0 Komentar