Oleh : Astri Diana Ekasari
Mahasiswi Pasca Sarjana
Sekolah Tinggi Perikanan – Jakarta
(Bekerja di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon)
Akuaponik Sebagai Solusi Jitu Pemenuhan Pangan Secara Organik
MENGENALKAN APA ITU AKUAPONIK?
Seiring dengan makin pesatnya laju pembangunan maka salah satu konsekuensi yang harus dihadapi adalah semakin terbatasnya air, khususnya di daerah perkotaan. Padahal, air menjadi salah satu kebutuhan dasar untuk mendukung aktivitas sehari-hari manusia, diantaranya adalah untuk bidang perikanan.
Sistem teknologi akuaponik merupakan salah satualternatif yang dapat diterapkan dalam rangka pemecahan keterbatasan air tersebut. Disamping itu, sistem teknologi akuaponik juga mempunyai keuntungan lainnya berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman yang akan memperbesar keuntungan untuk peternak ikan.
Akuaponik adalahg abungan dari budidaya ikan (akuakultur) dan budidaya sayuran/tanaman (hidroponik) dalam satukesatuan sistem yang saling menguntungkan. Keberadaanikan, tanaman dan bakteri merupakan unsur yang sangat penting, karena keberadaan ketiga unsur tersebut melahirkan simbiosis mutualisme yaitu suatu hubungan yang saling menguntungkan.Kotoran ikan yang sering kalimenimbulkan masalah karena bau yang tidak sedap dan membuat kolam menjadi kotor ternyata bisamemberikan manfaat. Sisa pakan yang ditebar di kolam yang tidak termakan oleh ikan dan mengendap di kolam pun bisa bermanfaat pula. K
edua limbah yang berasal dari hasil budidaya di kolam ikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk akuaponik. Bakteri nitrifikasi merubah limbah ikan sebagai nutrien yang dapat dimanfaatkan tanaman. Kemudian tanaman ini akan berfung sisebagai filter vegetasi, yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan. Jadi, inilah siklus yang saling menguntungkan.
Ikan menyumbang kotoran dan sisa pakan yang di dalamnya mengandung amonia. Bakteri menyaring danmengubah amonia menjadi nitrat, zat yang berfungsi sebagai pupuk bagi tanaman. Tanaman memasok oksigen yang diperlukan ikan. Karena akuaponik merupakan gabungan budidaya ikan dan budidaya sayuran/tanaman, maka hasil yang kita dapat tentu tidak hanya ikan, tapi juga tanaman khususnya sayuran dan buah.
Jika dalam budidaya ikan konvensional, hasil fases dan akumulasi sisa pakan yang mengendap di dasar kolam akan menyebabkan racun bagi diri ikan sendiri. Sehingga menyebabkan kematian masal, akibat dari management air yang buruk. Sehingga pembudidaya diharuskan menguras kolamnya dalam rentan waktu sering karena kualitas air akan mempengaruhi kesehatan ikan. Dan itu berdampak pula pada pendapatan hasil panen nantinya. Pengurasan kolam yang terlalu sering tidak efesien. Tentu selain menguras tenaga, sekaligus boros air. Dan menjadi salah satu penyumbang polusi air yang terjadi di aliran-aliran sungai. Limbah dari budi dayaikan memang tidak semematikan limbahpabrik. Tapi tetap akan memperkeruh warna air sungai dan membuatnya menjadi bau busuk.