KUNINGAN – Gebrakan penuh inovasi kembali dilakukan Desa Sumbakeling, Kec Pancalang, Kab Kuningan. Desa yang sempat Go Nasional dan mengharumkan nama Kab Kuningan lewat “Pupuk Organik dari Sampah Rumah Tangga” itu, kini menjadi rintisan Desa Digital. Program briliant ini diawali dengan program sosialisasi digitalisasi transaksi keuangan dengan menggunakan QRIS atau QR Code dari sebuah perusahaan, Minggu (18/6/2023).

Program rintisan desa digital ini mulai diberlakukan dengan menggandeng PT. MCS (Mukti Cakra Solusindo) dan seorang putera daerah bernama Iwan Setiawan. Para pihak terkait ini bisa bertemu dan bekerjasama berkat inisiatif dari Kang Eem (Nurlaksana), selaku Ketua LPM Desa Sumbakeling. Kang Eem juga dikenal sebagai pendiri dan pentolan KMBB (Kelompok Masyarakat Bangkit Bersama) yang biasa melakukan gebrakan inovatif dalam bidang sosial kemasyarakatan di Kab Kuningan.
Deza Rahmat Saputra, selaku perwakilan dari PT. MCS di depan Tim Marketing dan sejumlah undangan menjelaskan core bisnis dari perusahaan tersebut.
“Perusahaan kami fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri. Mudah-mudahan di akhir 2023 ini bisa ekspansi mengembangkan SDM ke luar negeri. Jadi yang ingin bekerja di luar negeri tidak perlu repot-repot menyiapkan biaya yang tinggi karena kita yang akan memfasilitasi,” ungkapnya. Saat ini PT MCS sudah memiliki cabang di 40 kota/kabupaten di Indonesia dengan 700 mitra kerja dalam kurun waktu 2,5 bulan. Capaian yang luar biasa!
Segmen bisnis kedua, lanjutnya, PT. MCS bergerak dalam bidang literasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan dunia perbankan. Program inilah yang kini sedang digencarkan di Desa Sumbakeling, yaitu pembayaran melalui QR code untuk semua transaksi baik di toko-toko, warung, bengkel, counter pulsa, dan semua sektor UMKM yang ada di Desa Sumbakeling.
PT. MCS juga bekerjasama dengan aplikasi Bank Digital Syariah pertama di Indonesia. Jika ingin menggunakan manfaat secara maksimal dan menikmati semua fitur yang ada di dalamnya, masyarakat atau calon nasabah disarankan membuka rekening terlebih dahulu. Aplikasinya bisa didownload di google play. Untuk diketahui, saat ini Deza bersama Kang Eem dan Tim Marketing PT. MCS Kuningan, terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terkait program ini.
Benefit yang didapatkan dengan bergabungnya muda-mudi di usia produktif ke PT. MCS, selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, juga mendapatkan salary yang lumayan. Bahkan Tim Marketing PT. MCS yang ada di Kuningan saat ini bisa gajian setiap minggu.
Banyak diantara mereka yang bisa meneruskan kuliah dengan biaya sendiri, mencukupi kebutuhan keluarga, dan kebutuhan lainnya, setelah bergabung dengan PT MCS ini. Hal ini sesuai dengan motto hidup Deza yakni mewujudkan hidup yang bermanfaat, bukan memanfaatkan.
“Bekerja dengan saya harus memiliki dua hal yakni atitude dan performa. Terlebih saat tim marketing melaksanakan tugas yakni melakukan sosialisasi, akuisisi, dan edukasi kepada masyarakat tentang program ini. Ingat, selling point kita adalah pembukaan rekening,” terangnya.

Sementara itu, usai memberikan pembekalan kepada puluhan anggota Tim Marketing, PT. MCS langsung meninjau toko dan bengkel yang telah menggunakan pembayaran secara digital. Dalam kesempatan itu, Iwan Setiawan mewawancarai langsung para pedagang dan pemilik bengkel terkait manfaat yang dirasakan setelah menggunakan fasilitas pembayaran digital ini.
Respon masyarakat juga sangat baik. Mereka menyampaikan, sejak menggunakan QR Code yang digagas PT. MCS, transaksi menjadi lebih praktis dan cepat. Warga juga bersyukur karena program canggih ini diawali di Desa Sumbakeling. Iwan juga mempraktekan dengan bertransaksi langsung menggunakan QR code disaksikan sejumlah warga yang ikut dalam kegiatan tersebut.
Tak lupa, Iwan juga mengajak masyarakat Kab Kuningan pada umumnya agar mulai bisa beradaptasi dengan perubahan di era 4.0 saat ini. “Mari kita beralih dari transaksi konvensional ke digital seperti yang saat ini tengah dipelopori oleh Desa Sumbakeling karena ada banyak manfaat yang bisa dirasakan. Kami juga berharap Pemkab Kuningan, Pak Bupati Kuningan, dan dinas terkait, terutama Dinas Pendidikan, bisa bersinergi dalam mensukseskan program ini,” harap Iwan yang juga menjabat sebagai Sub Koordinator Dapil 3 Kuningan ini.
Kang Eem mewakili KMBB sekaligus Koordinator PT. MCS Jabar berharap kerjasama dalam mengedukasi masyarakat tentang digitalisasi ini bisa terus terjalin. “Ini merupakan kerjasama KMBB dengan PT. MCS. Semoga kedepannya bisa terus terjalin. Alhmadulillah, ketika yang lain masih berwacana, kita di Desa Sumbakeling sudah menjadi pelopor lebih dulu. Tak lupa, seiring perkembangan zaman yang terus maju kami mengajak masyarakat agar bisa beralih dari transaksi konvensional ke transaksi digital. Marilah kita bersama-sama membangun bangsa dan negara untuk kebaikan kita semua. Marilah kita hijrah mengikuti zaman. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan semoga pemerintah gayung bersambut untuk sama-sama membangun bangsa dan negara menciptakan SDM yang siap pakai,” tandas Kang Eem.
Diwawancarai secara terpisah, Sekretaris Desa Sumbakeling, Subandi, menyambut baik adanya program tersebut.
“Kami dari Pemdes Sumbakeling mengajak masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan program desa digital ini, karena banyak manfaat yang bisa dirasakan. Kami berharap program ini dapat berlanjut secara berkesinambungan sehingga semua warga Smbakeling bisa teredukasi dengan baik,” harapnya. (jay/adi/adv)
GALERI FOTO KEGIATAN SOSIALISASI PELOPOR DESA DIGITAL DI DESA SUMBAKELING BERSAMA PT. MCS, MINGGU 18 JUNU 2023








Ingin melamar
Ingin melamar di pt tersebut
0895379096000
0859121535103
0895379096000