CIREBON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon fokus melanjutkan serangkaian pembangunan fisik. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi mangkraknya pelaksanaan pembangunan gedung empat lantai untuk ruang rawat inap kelas 3 seperti pada tahun 2018 lalu.
Soleh Bastaman, Kabag Kesekretariatan sekaligus Satker pelaksana menekankan kepada pihak ketiga agar progres pembangunan tiap minggu harus mencapai 7-10 persen, sehingga akhir tahun 2020 ini mencapai 100 persen dan bisa segera dimanfaatkan. “Pelaksanaan pembangunan gedung empat lantai untuk ruang rawat inap kelas 3 tersebut merupakan pembangunan lanjutan dari pelaksanaan pembangunan yang pernah dilaksanakan tahun 2018 lalu,” ungkapnya.
Sehingga, kata dia, anggaran pembangunan sisa dari 55 persen ditarik kembali ke Pemkab Cirebon dan sisa pekerjaan 45 persen direalisasikan kembali ditahun anggaran 2020 ini untuk anggaran kelanjutannya. “Sebenarnya sejak Maret 2020 kami sudah meminta kepada konsultan untuk melakukan perencanaan, namun karena pandemi Covid-19 maka Bulan Mei baru bisa berkomunikasi dan Agustus pelaksanaan kelanjutan pembangunan dilaksanakan,” ungkapnya.
Adapun pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh developer yang berbeda karena dilakukan melalui tender ulang dengan anggaran sekitar Rp 16 milIar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. “Pada tahun anggaran 2018 lalu pembangunan gedung empat lantai tersebut sebesar Rp 23 miliar, dan hanya Rp 11 miliar saja yang terserap, sementara sisanya dikembalikan ke Pemda,” jelasnya.
Kemudian di tahun anggaran 2020 ditender ulang dengan angka ada kenaikan dari sisa sekitar Rp12 miliar ditender ulang diangka Rp16 miliar, untuk jenis pekerjaann sendiri lebih didominasi pekerjaan finishing sehingga banyak membutuhkan detail dalam pengerjaannya serta memperbaiki beberapa bangunan yang tertunda pekerjaannya, sampai saat ini capaian pekerjaan sudah masuk ke 20 persen.
“Pekerjaan ini terus kita pantau agar tidak terulang kembali kejadian di tahun 2018, kami targetkan kepada pelaksana dalam setiap minggu penyelesaian pekerjaan harus dicapaian angka 7-10 persen,” tandasnya.
Saat sudah rampung dibangun, nantinya gedung empat lantai untuk ruang kelas 3 bisa menampung sekitar 100 bed. Pihaknya mentargetkan maksimal di tanggal 20 Desember 2020 seluruh pekerjaan mencapai 100 persen dan tahun 2021 gedung tersebut sudah bisa dimanfaatkan.
Untuk mencapai target tersebut pihaknya meminta kepada kontraktor agar pekerjaan diusahan selalu dilembur untuk memastikan pekerjaan selesai tidak melebihi batas waktu yang ditentukan. “Kita juga meminta kepada pelaksana agar pekerjaan diusahakan lembur untuk mempercepat pekerjaan dan selesai sebelum deadline,” pungkas Soleh bastaman. (adi/crd/adv)