CIREBON – Enam bulan pasca operasi tangkap tangan KPK yang melibatkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab Cirebon diperkirakan bakal mengganggu target-target pencapaian kinerja tahun anggaran 2019. Untuk itu, kemarin (1/7) Plt Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyambangi Dinas PUPR untuk mendengarkan ekspose kinerja sekaligus memberi penguatan psikologis kepada Dinas PUPR.
Usai acara, Plt Bupati menyampakan bahwa ekspose OPD (Organisasi Perangkat Daerah) ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana proses mencapaian target dan penyerapan-penyerapan anggaran yang diamanatkan oleh APBD. “Prinsipnya adalah bagaimana dinas-dinas bisa menjalankan suatu program dengan benar, bisa nyaman, dan sesuai dengan payung hukum yang ada,” katanya.
Pesan Bupati kepada Dinas PUPR terkait dengan pencapaian adalah adanya keterbukaan. “Ya saya tadi tekankan kepada Dinas PUPR harus ada keterbukaan. Kalau ada hambatan, ada halangan tinggal ngomong gitu. Ada keterbukaan supaya kami bisa mensupport dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aviv Suherdian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Plt Bupati atas support psikologis pasca-badai OTT KPK. “Tadi dalam acara ekspose sudah disampaikan semua terkait dengan rencana dan progress kegiatan. Ya pesan khusus nya kan penguatan dari psikologis saja. Ya keterbukaan lah…,” katanya singkat.
Sedangkan terkait dengan target pencapaian tahun ini Aviv menyatakan sangat optimis semua kegiatan bisa terlaksana. “Kalau melihat cuaca yang baik begini, insya allah kegiatan pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan serta pemeliharaan dan perbaikan bias terlaksana. Tahun ini loh,” tandas Aviv.
Tahun 2019 memang sudah masuk semester kedua, Aviv menjamin, bahwa kegiatan-kegiatan yang diamanatkan dalam APBD bisa terserap semua. “Sekali lagi, tahun ini. Karena pada perubahan 2018, sama sekali tidak ada yang diserap,” tegasnya. (nah)

Plt Bupati mendengarkan ekspose kinerja di Dinas PUPR Kabupaten Cirebon