CIREBON – Parah banget! Itulah kata yang pas menggambarkan kondisi Jalan di Desa Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Jalan kampung alias jalan poros desa yang memiliki fungsi vital ini, nyaris luput dari perhatian Pemkab Cirebon melalui leading sektornya Dinas Bina Marga hingga di penghujung tahun 2016.
Pantauan Jabar Publisher di Blok Pakulen, Desa Dompyong Wetan, Kamis (24/11) siang, terlihat beberapa lubang jalan menganga mirip kubangan kerbau. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari ukuran kecil, besar dan sangat besar. Kondisi itu lebih parah saat hujan turun dan usai hujan. Karena selain becek, licin, jalur tersebut bisa jadi ‘jalur maut’ bagi siapa saja yang melintas.
Jalan Desa Dompyong Wetan memang menjadi jalur alternatif utama sejak proyek pembetonan jalan Babakan – Gebang dilakukan. Hal inilah yang membuat jalan alternatif lain salah satunya Desa Dompyong Wetan menjadi rusak berat seperti sekarang. Selain akibat derasnya hujan yang mengguyur aspal, volume kendaraan yang melintasi jalan alternatif itu meningkat setiap harinya.
Kendaraan roda dua dan empat, juga truk-truk besar mencari alternatif jalan lain untuk menghindari antrean kemacetan akibat proyek pembetonan. Sejak proyek pembangunan jalan beton, kendaraan cukup intens melewati jalan itu. Akibat volume meningkat, beban jalan pun bertambah padahal jalan tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil yang frekuensinya tidak banyak. Alhasil, kerusakan jalan pun terjadi, terutama di wilayah Desa Dompyong Wetan Blok Pakulen. Jalan aspal yang awalnya mengelupas, kini berubah menjadi lubang besar seperti danau.
Dari pantauan di hari yang sama, ada beberapa truk pasir yang melakukan pengurugan. Namun jelas, hal itu bukanlah solusi yang permanen, karena jika diguyur hujan beberapa kali saja, jalan akan kembali rusak bahkan menyisakan lumpur dimana-mana. Warga setempat berharap ada pengaspalan yang permanen seperti di ruas jalan lainnya dan bukan hanya sekedar perbaikan atau penambalan jalan.
Berikut sejumlah komentar dalam sebuah foto yang diupload oleh warga setempat di facebook menyikapi jalan rusak di Desa Dompyong Wetan. Arief Yudha Pratama: Parah pisan pakulen ih,seret we a pihak2 nu bertanggungjawab di pemkab. Cahendra Mpal Parah pisan eta jln pakulen dompyong wetan. Marteen Djarot: Tewakkk lahh.
Selanjutnya, komentar dari Siti Kulsum Aprianto: Walah parah amat. Ika Noviyanti: Merepotkan buat yg lagi hamil, tiap hari lewat jalan dompyong kalimaro, ka ontrog2, nyareuri awak. Thika CaroLine: Betul, bahaya banget mana makin banyak mbl yg lewat pula ke Dompyongwetan.
Berikutnya, komentar Dewi Puspitasari: Ya betul sy mersakannya lagi mules-mules bagnet lewat jalan itu pas udah bersalin juga harus melewati jalan itu, tambah sakit rasanya. Takbir Ratul Ikhrom: Pakulen bergolak. Cahendra Mpal: Parahhhhhhhhhhh. Ahmad Fauzan: Tewaklah tuman.
Ada juga masukan dari Hasan Jay: Tolong ditowel bupati atau bina marganya. Daripada duit rakyat jadi SILPA? Arief Yudha Pratama: Dompyong itu tanah leluhur, nu nyieun rusak lain jalma dompyong na. Sakirana jadi ajang nyari suara kangge cabup n cawabup mah, mending golput wae. Ali Permana: satuju kang. Cirebon jiga teu boga bupati. Lamun kudu ditewak nya tewak lah. Jadi, harus nunggu apa lagi agar jalan tersebut diperbaiki? (crd/jp)
ya ini dompyong wetan, coba kl dompyong kulon yg di tanya dwitnya buat apa. bkn rahasia umum lg dah pokoknya.
ya ini dompyong wetan, coba kl dompyong kulon yg di tanya dwitnya buat apa. bkn rahasia umum lg dah pokoknya.