BANDUNG – Warga Kota Bandung akan semakin mudah untuk mendapatkan layanan ojek. Sebab tak lama lagi, sebuah aplikasi android ojek pangkalan akan dilaunching. Aplikasi itu bernama Akod.
“Akod untuk meningkatkan ekonomi tukang ojek pangkalan, yang membuat aplikasi pihak ketiga dan segera disosialisasi,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Minggu (28/2/2016).
Rencananya, launching Akod dilaksanakan pada pertengahan Maret. “Makanya koordinator pangkalan ojek mengadakan pertemuan di Pendopo, Sabtu (27/2) untuk menampung aspirasi,” tambah Emil, sapaan Ridwan Kamil.
Nantinya, masyarakat yang perlu ojek, bisa mengunduh aplikasi Akod, yang terkoneksi dengan para koordinatornya. “Pemesan ojek pangkalan koneksinya tidak langsung ke tukang ojek tapi ke koordinator,” ujar Emil.
Dengan adanya Akod, diharapkan ekonomi tukang ojek pangkalan naik dan konsumen juga bisa terbantu. “Ini kan solusi yang saling menguntungkan dan untuk tarif disesuaikan dengan jarak,” ujar Emil.
Dalam prakteknya nanti, para tukang ojek harus memiliki ID khusus agar mudah dikenali penumpang sekaligus untuk mengantisipasi hal yang tidak inginkan. Jika ada kasus mudah dicari dan dilacak pelakunya. “Bukan hanya tukang ojek, sopir taksi, sopir angkot dan semua sopir moda transportasi di Kota Bandung harus pakai ID,” kata Emil. (dov)