“Bukan hanya untuk acara seremonial, tetapi ada proses edukasi, sosialisasi, hingga operasional yang melibatkan banyak pihak,” ujar Dadan dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, dalam program berskala nasional, berbagai komponen pendukung memang diperlukan agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif. Ia menilai bahwa evaluasi anggaran harus dilakukan secara menyeluruh, bukan berdasarkan potongan informasi tertentu.
“Kalau dilihat sekilas mungkin tampak seperti pengeluaran sederhana, tetapi dalam pelaksanaan program nasional, semua itu terintegrasi dalam satu sistem kegiatan,” kata dia.
Baca Juga:PGRI Desak Pemerintah Tuntaskan Status PPPK Guru Honorer dan Usulkan Kenaikan Gaji Rp1 JutaDisdik Kota Cirebon Uji Coba Serentak Sekolah 5 Hari, Mitigasi Risiko Psikologis Siswa Jadi Prioritas
Kendati demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan keraguan publik. Banyak pihak masih mempertanyakan relevansi pengadaan kaos kaki dalam program yang fokus utamanya adalah pemenuhan gizi.
Perbandingan pun mulai bermunculan. Di satu sisi, pemerintah berupaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas asupan makanan. Di sisi lain, muncul pengeluaran untuk barang yang dinilai tidak berhubungan langsung dengan tujuan inti program.
Situasi ini semakin rumit setelah sebelumnya publik juga menyoroti pengadaan motor listrik dalam program yang sama, dengan nilai yang disebut mencapai Rp1,2 triliun. Rangkaian temuan ini memperkuat persepsi bahwa pengelolaan anggaran MBG perlu diawasi lebih ketat.
Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap anggaran negara. Jika dulu perhatian hanya tertuju pada angka besar, kini detail sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk untuk menguji akuntabilitas kebijakan.
Dadan pun menegaskan pentingnya melihat manfaat akhir dari program tersebut. Ia berharap publik tidak hanya terfokus pada rincian teknis, tetapi juga pada tujuan besar yang ingin dicapai.
“Yang penting dilihat adalah tujuan akhirnya, yaitu memastikan program berjalan dengan baik dan manfaatnya sampai ke masyarakat,” ujarnya. (red)
