CIREBON – Ambisi masyarakat wilayah timur Cirebon untuk membentuk daerah otonom baru (DOB) memasuki babak baru yang lebih konkret. Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) mengumumkan rencana strategis pembangunan tugu “Titik Nol Kilometer” sebagai simbol kedaulatan calon Kabupaten Cirebon Timur yang direncanakan berlokasi di wilayah Kecamatan Karangsembung.
Langkah simbolis ini diambil menyusul klaim progres signifikan dalam proses birokrasi dan dukungan politik. Ketua FCTM, KH Taufikurrahman Yasin, menegaskan bahwa perjuangan kolektif warga Cirebon Timur kini berada pada jalur percepatan. Ia menyatakan bahwa momentum pasca-Lebaran ini menjadi titik balik untuk menguatkan konsolidasi menuju kemandirian daerah.
“Alhamdulillah, melalui momentum halalbihalal ini, kita bisa melihat bahwa progres perjuangan sudah banyak yang tercapai. Kami akan terus tancap gas agar cita-cita pembentukan Kabupaten Cirebon Timur segera terealisasi,” ujar KH Taufikurrahman Yasin saat ditemui di sela-sela kegiatan, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga:Bangun Sistem di Tahun Pertama, Badan Gizi Nasional Gelontorkan Rp 113,9 Miliar untuk Jasa EOAnggaran Pemeliharaan Kendaraan Dinas Kecamatan Jayakerta Disorot, Nilai Tak Berubah Meski Aset Berkurang
Hambatan Birokrasi Mulai Terurai
Taufik memaparkan bahwa dari sisi administratif di tingkat daerah, usulan pemekaran ini telah berjalan mulus. Baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat diklaim sudah memberikan lampu hijau dan tidak lagi memiliki hambatan prinsipil terhadap rencana tersebut.
Fokus FCTM saat ini adalah memperkuat lobi-lobi di tingkat nasional. Komunikasi politik dengan pemerintah pusat serta jajaran elit di DPR RI menjadi kunci utama untuk membuka keran moratorium pemekaran daerah.
“Dalam waktu dekat, sebagai bentuk keseriusan dan penanda fisik, kami akan segera membangun tugu nol kilometer. Lokasinya telah kami koordinasikan, yakni di sekitar wilayah Kecamatan Karangsembung,” jelas Taufik.
Jamin Kondusivitas Investasi
Selain fokus pada aspek politik, FCTM juga menyoroti pentingnya stabilitas ekonomi di wilayah timur yang kini menjadi zona pertumbuhan industri. Mengingat banyaknya perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut, Taufik menjamin bahwa pemekaran wilayah justru akan meningkatkan kenyamanan bagi para investor.
“Para pengusaha di wilayah timur membutuhkan kepastian hukum dan kenyamanan dalam berinvestasi. Kami berkomitmen, bilamana Kabupaten Cirebon Timur terbentuk, aspek kondusivitas wilayah akan menjadi prioritas utama. Keamanan dan kemudahan berusaha adalah janji kami kepada para investor,” paparnya.
