CIREBON – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon resmi memulai langkah besar dalam transformasi manajemen waktu belajar dengan memberlakukan uji coba kebijakan lima hari sekolah secara serentak. Kebijakan ini menyasar seluruh jenjang Sekolah Dasar (SD), baik negeri maupun swasta, guna memotret kesiapan ekosistem pendidikan secara menyeluruh sebelum ditetapkan menjadi regulasi permanen.
Langkah ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang. Disdik Kota Cirebon menegaskan bahwa masa transisi ini akan diawasi secara ketat untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga meskipun terjadi perubahan jadwal yang signifikan bagi para peserta didik.
Fokus pada Mitigasi Psikologis Siswa
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidik Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. Ade Cahyaningsih, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam transisi ini adalah adaptasi psikologis anak. Libur dua hari di akhir pekan (Sabtu-Minggu) dikhawatirkan dapat memicu penurunan motivasi belajar atau rasa malas saat kembali ke sekolah pada hari Senin.
Baca Juga:Runner-up Piala AFF Futsal 2026, Pelatih Hector Souto Ungkap Kekayaan Talenta Timnas Futsal IndonesiaMenolak Penertiban Dedi Mulyadi, Kepala Desa Ini Ajukan Satu Syarat Khusus untuk 40 Relawan Jembatan Cirahong
“Kami sangat menyadari adanya potensi anak menjadi malas atau kehilangan ritme belajar setelah menikmati dua hari libur. Oleh karena itu, aspek psikologis siswa menjadi fokus utama dalam mitigasi kami. Kami tidak ingin kebijakan ini justru membuat anak merasa terbebani atau malah menjadi tidak produktif setelah waktu libur yang lebih panjang,” ujar Ade saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, pihak dinas telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan guna menyiasati efek transisi tersebut. Pemantauan berkelanjutan akan dilakukan untuk melihat apakah kebijakan ini berdampak pada kejenuhan siswa atau justru meningkatkan semangat mereka.
Fleksibilitas dan Validitas Data
Ade menekankan pentingnya fleksibilitas selama masa uji coba. Disdik tidak ingin terburu-buru mengunci aturan tanpa memiliki gambaran riil mengenai kendala yang dihadapi di lapangan. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap kondisi sekolah jauh lebih penting daripada sekadar memaksakan penerapan aturan baru.
“Kami meminta fleksibilitas waktu selama masa uji coba ini karena banyak variabel yang harus ditinjau. Kami ingin memahami secara utuh kendala apa saja yang muncul di sekolah, sehingga setiap potensi masalah bisa kita cari solusinya sejak awal. Kami tidak ingin kebijakan ini hanya sepihak, tapi harus berbasis pada kondisi nyata di lapangan,” tuturnya menegaskan.
