KABUPATEN BANDUNG – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bandung Raya selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat pekan lalu mengakibatkan banjir besar kembali merendam kawasan Bandung Selatan. Hingga Senin (13/4/2026), luapan air tidak hanya merendam ratusan pemukiman warga, tetapi juga memutus urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah kabupaten dengan Kota Bandung.
Tiga kecamatan utama, yakni Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, menjadi wilayah terdampak paling parah. Di Kecamatan Dayeuhkolot, ketinggian air di pemukiman warga dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, yang memaksa ratusan jiwa meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di lokasi yang lebih tinggi.
Jalur Logistik Lumpuh
Lumpuhnya akses transportasi terlihat jelas di Jalan Raya Dayeuhkolot. Genangan air setinggi 40 sentimeter membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, memicu kemacetan panjang di berbagai titik. Petugas kepolisian terpaksa bekerja ekstra keras untuk mengalihkan arus lalu lintas guna mengurai kepadatan.
Baca Juga:Kepala BGN Bela Pengadaan Kaos Kaki Rp100 Ribu, Publik Justru Pertanyakan Transparansi Anggaran MBGPGRI Desak Pemerintah Tuntaskan Status PPPK Guru Honorer dan Usulkan Kenaikan Gaji Rp1 Juta
”Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan pengguna jalan. Kami fokus mengatur lalu lintas dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif agar tidak terjadi stagnasi total di titik banjir,” ujar petugas Polsek Dayeuhkolot, Bripda Zaini, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (13/4/2026).
Para pengendara kini dialihkan menuju jalur Bojongsoang. Meski jalur Cikarees yang menghubungkan Kabupaten dan Kota Bandung juga mulai tergenang, namun kondisi di titik tersebut dilaporkan masih relatif aman untuk dilintasi kendaraan dengan kewaspadaan tinggi.
Skala Dampak Meluas
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, dampak cuaca ekstrem ini ternyata meluas hingga ke tujuh kecamatan, meliputi Bojongsoang, Arjasari, Cangkuang, Banjaran, Pameungpeuk, Pacet, dan Baleendah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, mengungkapkan bahwa ribuan kepala keluarga terdampak langsung oleh bencana ini.
”Data kami menunjukkan angka yang cukup signifikan. Di tiga kecamatan utama—Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah—total warga yang terdampak mencapai 34.497 jiwa,” ungkap Wahyudin.
Terkait jumlah pengungsi, Wahyudin menjelaskan bahwa angka tersebut terus bergerak dinamis.
“Jumlah pengungsi bersifat fluktuatif, namun saat ini mencapai ratusan jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan. Mayoritas warga memilih mengungsi ke Gedung Olahraga (GOR) desa atau kantor kecamatan terdekat yang dijadikan posko darurat,” tambahnya.
