KDM Siap Kucurkan Dana Pembangunan Gedung FK UIN Bandung, Syaratkan Kuliah Gratis bagi Warga Miskin

Kdm
KDM menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
0 Komentar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan tawaran strategis saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-58 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam pidatonya, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk mendanai pembangunan gedung Fakultas Kedokteran (FK) di kampus tersebut, namun dengan satu syarat mutlak: akses pendidikan gratis bagi warga tidak mampu.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dukungan finansial dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kelas bawah. Ia menginginkan agar pembangunan infrastruktur pendidikan medis tidak hanya menjadi simbol kemegahan, tetapi menjadi jembatan bagi anak-anak cerdas dari keluarga miskin di Jawa Barat untuk menjadi dokter tanpa terbentur biaya.

“Saya siap bangunkan gedung dengan anggaran sekian miliar rupiah, namun syaratnya jelas: mahasiswa asal Jawa Barat, khususnya anak-anak dari keluarga miskin, harus bisa kuliah di kedokteran sini secara gratis,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan civitas akademika di Gedung Aula Anwar Musaddad, Rabu (8/4).

Baca Juga:Belanja Pegawai Sedot Rp2,2 Triliun APBD, DPRD Kabupaten Cirebon Tuntut Lompatan Kinerja ASNRevolusi Budaya Kerja ASN Kota Cirebon: Antara Efisiensi Energi dan Gaya Hidup Sehat

Menurut Dedi, alokasi APBD Jawa Barat sudah semestinya diarahkan secara efektif pada program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Baginya, memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan tinggi di sektor kesehatan adalah langkah krusial untuk memastikan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dalam jangka panjang.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, menyambut positif tantangan sekaligus komitmen sang Gubernur. Ia mengungkapkan bahwa pihak universitas saat ini memang tengah mematangkan rencana pembukaan Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari pengembangan strategis kampus ke depan.

“Kami terus melakukan pengembangan, dan salah satu fokus utama adalah membuka Fakultas Kedokteran. Kebetulan kami masih memiliki lahan yang tersedia di Kampus 2 UIN, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung,” ungkap Rosihon.

Rencana kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi oase baru bagi dunia pendidikan di Jawa Barat, di mana sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi mampu menciptakan akses keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Jika terealisasi, FK UIN Bandung akan menjadi salah satu pionir pendidikan kedokteran yang inklusif di Indonesia. (rif/dbs)

0 Komentar