Langkah serupa dilakukan oleh anggota DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno. Ia menempuh jarak sekitar 6,5 kilometer dengan berlari dari kawasan Punyuken, Harjamukti, menuju gedung DPRD di Jalan Siliwangi.
Agung menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini sebagai bagian dari upaya penghematan energi dan penurunan polusi.
“Kami mendukung sepenuhnya kebijakan ini, termasuk optimalisasi Car Free Day setiap hari Kamis,” ujar Agung.
Baca Juga:Pro-Kontra Berujung Mufakat, Arak-arakan Keliling Gembongan Ditiadakan 2028Jembatani Lulusan Sekolah ke Dunia Kerja, Pemprov Jabar Masifkan Sosialisasi Aplikasi "Nyari Gawe"
Ia berharap langkah sederhana seperti mengubah moda transportasi harian dapat berdampak signifikan bagi lingkungan dan kesehatan.
“Penghematan energi dapat dimulai dari kebiasaan kecil, misalnya menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari,” tambahnya.
Selain berlari, beberapa pejabat memilih bersepeda. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, ikut serta mengayuh sepeda menuju kantor.
Iing menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan turunan dari arahan pemerintah pusat yang mewajibkan adanya satu hari dalam sepekan untuk penggunaan moda transportasi ramah lingkungan.
“Bisa menggunakan angkutan umum, sepeda, jalan kaki, atau berlari. Intinya mengurangi ketergantungan terhadap BBM,” paparnya.
Ia optimistis kebijakan ini dapat berjalan dengan baik jika dilakukan secara kolektif.
“Memang belum sepenuhnya sempurna, tetapi ini adalah ikhtiar bersama menuju hidup yang lebih sehat sekaligus mendukung efisiensi energi. Kami yakin implementasinya dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (red)
