Pemdes Babakangebang Desak Payung Hukum Jelas Terkait Fenomena ‘Sound Horeg’ di Perayaan Idulfitri

Kuwu Yeni sound horeg
Kuwu Babakangebang, Yeni Setiati, memberikan pandangannya terkait pro-kontra arak-arakan yang menggunakan sound horeg di Cirebon timur kepada tim JP, Senin (6/4/2026).
0 Komentar

Meski tren sound horeg mulai mendominasi, Yeni mengapresiasi masyarakatnya yang masih teguh memegang tradisi luhur. Di Desa Babakangebang, tradisi takbir keliling di setiap blok masih berjalan rutin sebagai simbol kemenangan Idulfitri.

Bagi Yeni, ada garis pemisah antara ibadah dan ekspresi budaya. Takbir keliling dipandang sebagai upaya menjaga tradisi religi, sementara arak-arakan dengan pengeras suara dianggap sebagai bentuk kreativitas budaya kontemporer warga.

“Kami tidak bermaksud melarang kreativitas, namun lebih kepada pengaturan volume suara di ruang publik agar tidak meresahkan. Kami butuh aturan yang sinkron dari atas (pemerintah daerah) agar kebijakan di lapangan memiliki legalitas yang kuat dan tidak menimbulkan benturan sosial,” pungkasnya. (jay/rif)

0 Komentar