Peringati Hari Jadi ke-544, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Ajak Petik Filosofi ‘Teteg lan Tutug’

Sophi Zulfia
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dalam pidato Sidang Paripurna Peringatan HUT Kabupaten Cirebon ke-544 , Kamis (2/3/2026).
0 Komentar

CIREBON – Momentum peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon tahun 2026 menjadi panggung bagi Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, untuk menyuarakan pentingnya integritas dalam birokrasi. Dalam Rapat Paripurna Istimewa yang digelar di ruang sidang utama, Sophi mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan leluhur melalui filosofi lokal yang sarat makna: “Teteg lan Tutug”.

Dalam pidato pembukaannya, Sophi menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata tanpa makna atau slogan seremonial tahunan. Baginya, “Teteg lan Tutug” adalah kompas moral bagi para penyelenggara pemerintahan dalam menunaikan amanah rakyat di tengah dinamika pembangunan yang kian kompleks.

Integritas dan Keteguhan Hati

Sophi menjabarkan bahwa aspek pertama, yakni Teteg, merepresentasikan keteguhan hati. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin dan pelaksana kebijakan harus memiliki prinsip yang kokoh agar tidak mudah goyah oleh kepentingan sesaat.

Baca Juga:Bupati Cirebon Tekankan Semangat ‘Teteg lan Tutug’ dan Refleksi Pembangunan pada Hari Jadi Cirebon ke-544Kang Dedi Mulyadi: Jadikan Kebudayaan Cirebon Mesin Ekonomi dan Identitas Pembangunan

“Tema ini mengandung makna yang menjadi tutur luhur. Kita semua harus memiliki tetegireng ati atau keteguhan hati dalam memegang prinsip integritas dan komitmen,” ujar Sophi dalam bahasa daerah yang khidmat di hadapan peserta rapat. Menurutnya, tanpa keteguhan hati, kebijakan pembangunan hanya akan menjadi rutinitas tanpa arah yang jelas.

Menuntaskan Amanah hingga ‘Tutug’

Lebih jauh, ia memaparkan poin kedua, yaitu Tutug, yang berarti tuntas atau menyeluruh. Sophi mengingatkan bahwa setiap program kerja, proyek infrastruktur, hingga kebijakan sosial harus diselesaikan secara paripurna hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

“Dalam melaksanakan pembangunan daerah, kita harus bekerja hingga tuntas. Itulah esensi dari tutug. Setiap tantangan di masa depan hanya bisa kita hadapi jika apa yang kita mulai hari ini diselesaikan dengan tanggung jawab penuh,” tegas srikandi legislatif tersebut.

Sinergi dan Refleksi Sejarah

Selain menekankan filosofi tersebut, Sophi juga menggarisbawahi komitmen DPRD Kabupaten Cirebon dalam mengoptimalkan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia berjanji bahwa lembaga yang dipimpinnya akan terus bersikap profesional guna memastikan seluruh anggaran daerah berpihak sepenuhnya pada kesejahteraan rakyat.

Ia pun mengajak seluruh hadirin, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Cirebon Imron Rosyadi yang turut hadir, untuk menjadikan sejarah sebagai cermin evaluasi. “Hari jadi adalah saat yang tepat untuk meneladani perjuangan para leluhur. Kita harus membangun fondasi yang kuat berdasarkan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi,” tambahnya.

0 Komentar