Mengembalikan ‘Kalcer’ Pengelolaan Lapangan
Dedi juga menyoroti hilangnya aspek budaya atau kalcer dalam pengelolaan infrastruktur dasar, seperti irigasi. Padahal, Jawa Barat dianugerahi keberlimpahan air selama empat tahun terakhir yang membutuhkan perawatan intensif. Ia menyayangkan para tukang berpengalaman yang meski hanya tamatan SD, kini tersisih oleh aturan standar pendidikan formal yang kaku.
Ke depannya, tenaga teknis lapangan ini tidak hanya akan mengurus pengairan, tetapi juga didorong untuk menangani pemeliharaan rutin jalan provinsi. Strategi ini diambil untuk memangkas proses birokrasi panjang yang biasanya terjadi jika pekerjaan harus diserahkan kepada pihak kontraktor.
”Jadi saya ingin rekrutmen 2026-2027 dilakukan dalam jumlah besar untuk tenaga lapangan demi efisiensi. Kita butuh mereka yang punya kemauan dan keahlian nyata untuk menjaga Jawa Barat,” pungkas Dedi. (rif/dbs)
